Camat Kei Kecil Timur Hasan Leisubun mengatakan, tren stunting yang sebelumnya meningkat di salah satu wilayah kini sudah membaik setelah dilakukan evaluasi dan koordinasi bersama tenaga kesehatan.
“Sekarang sudah ada perubahan. Kepedulian masyarakat terhadap kesehatan meningkat, dan itu terlihat dari kehadiran masyarakat dalam kegiatan posyandu,” kata Hasan, Rabu (11/2/2026).
Camat menjelaskan, keberhasilan penanganan stunting sangat bergantung pada peran kader kesehatan di tingkat ohoi. Kader dinilai menjadi penghubung utama antara petugas kesehatan dan masyarakat, terutama di wilayah yang masih terkendala bahasa maupun akses informasi.
Hasan mengaku hampir selalu hadir dalam kegiatan posyandu di berbagai ohoi sebagai bentuk dukungan dan motivasi bagi masyarakat. Menurutnya, kehadiran pemerintah di tengah masyarakat mampu meningkatkan partisipasi warga dalam pemeriksaan kesehatan.
“Kalau masyarakat merasa diperhatikan, mereka lebih mau datang dan ikut pemeriksaan,” ujarnya.
Selain fokus pada kesehatan, Pemerintah Kecamatan Kei Kecil Timur juga masih menunggu pelaksanaan Musrenbang tingkat kecamatan yang hingga kini belum berjalan karena menunggu kesiapan anggaran kegiatan.
Terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG), Hasan mengatakan pembangunan gedung telah selesai di wilayah Ohoi Rat, namun operasionalnya masih menunggu kejelasan lebih lanjut. Untuk itu Camat berharap, program tersebut nantinya dapat menyerap tenaga kerja lokal sekaligus mendukung ketahanan pangan masyarakat.
Menjelang masa purna tugasnya pada Maret mendatang, Hasan berharap kolaborasi antara Pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat terus dijaga agar capaian penurunan stunting dapat dipertahankan.
“Semua harus berjalan bersama. Pemerintah, kader, dan masyarakat adalah satu keluarga dalam membangun kesehatan di kecamatan ini,” pungkasnya.


