Hal tersebut disampaikan Kepala Bappelitbangda Maluku Tenggara, Clemens Welafubun, saat memaparkan laporan evaluasi kinerja satu tahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Maluku Tenggara berdasarkan sembilan program prioritas daerah, di Aula Kantor Bupati Maluku Tenggara, Kamis (12/2/2026).
Menurut Welafubun, evaluasi kinerja tahun 2025 difokuskan pada tiga aspek utama, yakni capaian indikator kinerja utama daerah, capaian program prioritas, serta dukungan pemerintah daerah terhadap Asta Cita dan program prioritas nasional.
“Visi pembangunan Maluku Tenggara adalah masyarakat yang mandiri, cerdas, demokratis, dan berkeadilan menuju Maluku Tenggara hebat. Evaluasi ini menjadi dasar melihat sejauh mana capaian satu tahun pemerintahan berjalan,” ujarnya.
IPM Naik, Stunting Turun Signifikan
Dalam laporan tersebut, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Maluku Tenggara mengalami peningkatan dari 70,58 pada 2024 menjadi 71,16 pada 2025 atau mencapai 99 persen dari target. Usia harapan hidup juga meningkat dari 70,93 tahun menjadi 71,24 tahun.
Capaian positif lainnya terlihat pada penurunan prevalensi stunting yang turun dari 15,68 persen pada 2024 menjadi 12,43 persen pada 2025.
“Kualitas hidup masyarakat menunjukkan tren membaik, terutama dari sisi kesehatan dan pembangunan manusia,” kata Welafubun.
Selain itu, kunjungan wisatawan meningkat dari 129.300 wisatawan pada 2024 menjadi 134.633 wisatawan pada 2025, sementara kontribusi sektor pariwisata terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) naik menjadi 12,90 persen.
Investasi Melonjak, Inflasi Naik
Disektor ekonomi, pertumbuhan nilai investasi tercatat melonjak signifikan dengan capaian mencapai 1.254 persen dari target. Namun di sisi lain, jumlah investor berskala nasional justru mengalami penurunan.
Tingkat inflasi daerah juga mengalami kenaikan dari 0,16 persen pada 2024 menjadi 3,93 persen pada 2025, sehingga menjadi perhatian pemerintah daerah ke depan.
“Kenaikan inflasi perlu menjadi perhatian OPD terkait agar stabilitas harga tetap terjaga,” ujarnya.
Kemiskinan dan Pengangguran Masih Naik
Meski sejumlah indikator menunjukkan perbaikan, tingkat kemiskinan justru mengalami kenaikan tipis dari 21,11 persen pada 2024 menjadi 21,16 persen pada 2025. Angka ini masih jauh dari target penurunan kemiskinan yang ditetapkan pemerintah.
Hal serupa terjadi pada tingkat pengangguran terbuka yang naik dari 5,68 persen menjadi 6,1 persen. Tingkat partisipasi angkatan kerja juga mengalami penurunan.
Welafubun menyebut kondisi ini menunjukkan masih adanya persoalan dalam penyerapan tenaga kerja, terutama lulusan baru yang belum terserap optimal di dunia kerja.
“Banyak lulusan baru, tetapi serapan tenaga kerja masih rendah sehingga angka pengangguran meningkat,” katanya.
Infrastruktur dan Lingkungan Cenderung Stagnan
Pada sektor infrastruktur, persentase kemantapan jalan kabupaten dan keterhubungan wilayah tidak mengalami peningkatan signifikan dibanding tahun sebelumnya. Akses air minum layak dan sanitasi juga relatif stagnan.
Sementara itu, indeks kualitas lingkungan hidup meningkat tipis, namun indeks kualitas udara justru mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya.
Stabilitas Sosial dan Politik Relatif Baik
Di bidang sosial dan keamanan, indeks stabilitas politik, keamanan, dan ketertiban umum mencapai 125 persen dari target. Jumlah konflik sosial juga menurun dari 35 kasus pada 2024 menjadi 19 kasus pada 2025.
Indeks kerukunan umat beragama tercatat mencapai 100 persen melalui pelibatan FKUB dan para raja dalam menjaga harmoni sosial.
Evaluasi Program Prioritas
Secara umum, dari sembilan program prioritas daerah, capaian indikator masih belum optimal. Pada program peningkatan investasi dan stabilitas harga, dari enam indikator baru dua yang tercapai. Sementara pada program pemberdayaan ekonomi berbasis potensi unggulan daerah, dari delapan indikator baru empat yang tercapai.
Evaluasi ini, kata Welafubun, menjadi bahan perbaikan bagi seluruh organisasi perangkat daerah dalam meningkatkan kinerja pada tahun-tahun berikutnya.
“Evaluasi ini bukan untuk mencari kelemahan, tetapi menjadi dasar perbaikan agar target pembangunan daerah dapat dicapai secara lebih optimal,” ujarnya.


