Ditengah tuntutan penyelesaian pekerjaan tepat waktu, anggota Satgas tetap mengedepankan kebersamaan dan saling menghormati. Personel yang beragama Kristen tetap menjalankan ibadah sesuai keyakinan sebelum kembali bergabung dengan rekan-rekan yang telah lebih dulu bekerja di lapangan.
Kebersamaan tersebut menjadi gambaran nyata semangat persatuan dalam pelaksanaan TMMD di wilayah Kepulauan Aru, sekaligus memperkuat hubungan antaranggota Satgas dalam menyukseskan program pembangunan desa.
Bati Bakti Teritorial sekaligus tim penyelenggara, Sertu Jefri Davitson Lukas A., menegaskan bahwa toleransi dan saling menghargai menjadi kunci utama dalam pelaksanaan tugas di lapangan.
“Perbedaan keyakinan bukan menjadi penghalang dalam bekerja. Kami tetap mengutamakan ibadah sesuai agama masing-masing, setelah itu bersama-sama menyelesaikan pekerjaan demi kepentingan masyarakat. Inilah wujud nyata persatuan dalam keberagaman,” ujarnya.
Ia menambahkan, semangat gotong royong dan kekeluargaan yang terbangun di antara anggota Satgas diharapkan dapat menjadi contoh positif bagi masyarakat setempat.
Melalui program TMMD ke-127, Kodim 1503/Tual tidak hanya berfokus pada pembangunan sarana dan prasarana desa, tetapi juga memperkuat nilai toleransi, persatuan, dan kebangsaan sebagai fondasi kehidupan bermasyarakat.


