Miras Picu Konflik Sosial di Malra, Bupati Minta Distribusi Dibatasi

Miras Picu Konflik Sosial di Malra, Bupati Minta Distribusi Dibatasi. Foto/dok: istimewa.
LANGGUR, HARIANMALUKU.com — Bupati Maluku Tenggara Muhamad Thaher Hanubun menilai meningkatnya konflik sosial di daerahnya tidak lepas dari peredaran minuman keras.

Data evaluasi menunjukkan jumlah konflik sosial mencapai 19 kasus, melampaui target pemerintah daerah.

“Salah satu penyebab orang berkelahi itu minum mabuk. Kita harus batasi peredarannya,” ujar Thaher di Langgur Jumat (13/2/2026).

Meski demikian, ia meminta penanganan dilakukan secara hati-hati agar tidak mematikan sumber pendapatan masyarakat lokal.

Bupati menyoroti masuknya minuman keras dari luar daerah yang kemudian diedarkan di Maluku Tenggara, dan meminta pengawasan diperketat melalui kerja sama pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat.

Selain pembatasan miras, pemerintah juga mendorong pencegahan konflik berbasis kearifan lokal yang selama ini terbukti efektif menjaga stabilitas sosial.

Stabilitas keamanan dinilai menjadi faktor penting dalam mendukung investasi, pariwisata, dan pertumbuhan ekonomi daerah.

SPONSOR
Lebih baru Lebih lama
SPONSOR