Jika sebelumnya guru dan siswa terbiasa masuk sekolah pukul 08.00 WIT bahkan lebih, kini aktivitas belajar dimulai pukul 07.20 WIT. “Perubahan tidak bisa ekstrem. Tapi disiplin harus dimulai. Puji Tuhan, sudah ada peningkatan luar biasa,” katanya.
Tak hanya itu, upacara bendera yang sebelumnya nyaris tidak pernah dilaksanakan, kini menjadi agenda rutin setiap Senin. “Selama satu bulan saya di sini, upacara bendera wajib. Ini soal pembentukan karakter dan kedisiplinan anak-anak,” tegas Zsusana.
Pagar Sekolah Dibangun, Orang Tua Turun Tangan
Langkah strategis lainnya adalah pembangunan pagar sekolah. Untuk sisi kiri pagar, Zsusana memilih jalur swadaya orang tua siswa. “Tanggal 10 Februari orang tua mulai bekerja. Ini bentuk kepedulian bersama terhadap sekolah,” jelasnya.
Sementara pagar sisi lain sebelumnya telah dibangun pada masa kepemimpinan kepala sekolah terdahulu.
Guru Digembleng, Workshop Digelar
Zsusana juga mulai membenahi kinerja dan kapasitas guru. Ia menginisiasi kegiatan workshop pengembangan profesional sebagai bekal peningkatan mutu pembelajaran. “Guru harus dipersiapkan. Kita ingin menjawab kebutuhan riil anak-anak di SD Negeri Letman,” ujarnya.
Saat ini SD Negeri Letman memiliki 8 guru PNS, 1 guru PPPK, 1 guru honorer Bahasa Inggris, dan 1 penjaga sekolah PNS. Namun kebutuhan guru masih belum ideal. “Kami kekurangan guru kelas dan guru Matematika. Idealnya enam guru kelas, tapi masih kurang satu hingga dua orang,” katanya.
Ubro juga telah dua kali menggelar pertemuan dengan orang tua siswa, serta mulai menata kembali perpustakaan agar minat baca anak meningkat.
Harapan ke Dinas Pendidikan
Di akhir pernyataannya, Zsusana menyampaikan harapan besar kepada Pemerintah Daerah dalam hal ini Dinas Pendidikan Kabupaten Maluku Tenggara. “SD Negeri Letman juga bagian dari Dinas Pendidikan. Kami berharap pemenuhan kebutuhan guru dilakukan bertahap agar pendidikan anak-anak bisa berjalan maksimal,” pintanya.
Terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG), Zsusana memastikan program tersebut belum berjalan di SD Negeri Letman. Meski baru sebulan lebih menjabat, langkah-langkah cepat dan terukur yang dilakukan Zsusana Ubro menjadi bukti bahwa kepemimpinan yang tegas dan peduli mampu menghidupkan kembali sekolah yang nyaris tertinggal. SD Negeri Letman kini perlahan bangkit—dan perubahan itu dimulai dari satu keputusan: hadir, disiplin, dan bekerja nyata.


