Penegasan itu disampaikan Rahantoknam saat membuka Rapat Kerja XX YPPK Dr. Jakob Bernardus Sitanala Cabang Kei Kecil dan Kota Tual Tahun 2026 yang digelar di Gereja Anugerah Ohoijang, Langgur, Kamis (29/1/2026).
Rapat kerja tahunan Yayasan Pendidikan tersebut dibuka secara simbolis dengan pemukulan gong oleh Wakil Bupati sebagai tanda dimulainya seluruh rangkaian kegiatan.
Wabup menekankan bahwa sekolah tidak boleh hanya berorientasi pada capaian akademik semata, melainkan juga berperan penting dalam membentuk karakter, etika, serta jati diri generasi muda Maluku Tenggara.
“Nilai-nilai kearifan lokal Kei harus hidup dan terintegrasi dalam proses pendidikan, agar peserta didik tumbuh sebagai pribadi yang beriman, beretika, dan memiliki wawasan kebangsaan,” tegasnya.
Ia mengapresiasi peran YPPK Dr. Jakob Bernardus Sitanala yang dinilai konsisten mengembangkan pendidikan berbasis nilai iman dan karakter di wilayah Kei Kecil dan Kota Tual.
Bagi Viali, rapat kerja menjadi momentum strategis untuk melakukan refleksi dan evaluasi program, sekaligus merumuskan langkah-langkah konkret dalam menjawab tantangan pendidikan yang semakin kompleks, termasuk perkembangan teknologi dan perubahan kurikulum.
“Tantangan pendidikan hari ini menuntut peningkatan kompetensi guru serta kepemimpinan sekolah yang adaptif dan visioner,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara, lanjut Charlos, berkomitmen mendukung peningkatan mutu pendidikan serta memperkuat kemitraan dengan lembaga pendidikan swasta, termasuk YPPK Dr. Jakob Bernardus Sitanala, guna menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter.
Rahantoknam berharap Rapat Kerja XX YPPK J.B. Sitanala mampu menghasilkan keputusan yang konkret, terukur, dan berdampak langsung pada peningkatan kualitas pembelajaran serta pembinaan karakter peserta didik.


