Sikap politik tegas tersebut disampaikan langsung Ketua DPC PDI Perjuangan Maluku Tenggara, Stepanus Layanan, S.IP usai memimpin rapat perdana di Sekretariat PDI Perjuangan Maluku Tenggara, Langgur, Minggu (18/1/2026).
“Target kita jelas, tidak ada tawar-menawar: kembali menang, dan harus menang pada Pileg dan Pilkada nanti,” tegas Stepanus kepada wartawan di Kantor DPRD Kabupaten Maluku Tenggara, Rabu (21/1/2026).
Rapat perdana tersebut menjadi momentum awal konsolidasi total partai. Selain menetapkan arah strategis, Stepanus Layanan bersama Sekretaris DPC Rosmitha Indah Lestari juga mengumumkan secara resmi susunan 21 pengurus DPC PDI Perjuangan Maluku Tenggara periode 2025–2030.
Dalam forum itu, Stepanus menyerahkan Surat Keputusan (SK) kepengurusan yang ditandatangani langsung oleh Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri. Penyerahan SK tersebut menandai dimulainya kerja organisasi secara penuh dan terstruktur hingga ke tingkat basis.
Tidak hanya soal struktur, rapat perdana juga membahas peta politik ke depan, terutama menyikapi perubahan sistem Pemilu Nasional. Stepanus menegaskan, PDI Perjuangan Maluku Tenggara siap menyesuaikan strategi menghadapi pemilu yang akan digelar terpisah.
Ia merujuk pada Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 135/PUU-XXII/2025 yang menetapkan Pemilu Nasional dan Pemilu Daerah tidak lagi dilaksanakan serentak seperti sebelumnya.
“Yang paling penting, pemilu harus tetap langsung, terbuka, demokratis, dan dipilih oleh rakyat, bukan oleh DPRD atau DPR Provinsi,” kata Stepanus.
Dengan konsolidasi awal yang solid, legitimasi kepengurusan baru, serta target politik yang dipasang tinggi, PDI Perjuangan Maluku Tenggara mengirim sinyal kuat: pertarungan Pileg 2029 dan Pilkada 2030 telah dimulai sejak sekarang.


