Perayaan tersebut dihadiri sekitar 220 peserta dari berbagai unsur, mulai dari Forkopimda, TNI–Polri, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga jemaat gereja dan masyarakat Nasrani di Halmahera Barat. Kehadiran lintas elemen ini mencerminkan semangat persaudaraan, toleransi, dan persatuan yang terus terjaga di Maluku Utara.
Sejumlah pejabat hadir dalam perayaan ini, antara lain Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos, Bupati Halmahera Barat James Yames Uang, Kapolda Maluku Utara Irjen Pol. Waris Agono, Wakapolda Brigjen Pol. Stephen M. Napiun, serta unsur TNI yang diwakili Kolonel Laut (P) Gurtom Fartianto. Turut hadir perwakilan Korem 152/Babullah, Polres dan Kejaksaan Negeri Halmahera Barat, Lanud Leo Wattimena, BIN daerah Maluku Utara, unsur SKPD, Ketua Sinode GMIH Pdt. Damianus Ice, Jemaat GMIH Eben Haezer, serta masyarakat sekitar.
Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos dalam sambutannya menegaskan bahwa Natal Nasional merupakan momentum penting untuk memperkuat persatuan dan ketahanan keluarga. Menurutnya, nilai kasih, kepedulian, dan kebersamaan yang diajarkan Natal harus terus dirawat agar keluarga dan masyarakat semakin harmonis.
Ia juga mengapresiasi pelaksanaan Natal Nasional 2025 yang disertai program sosial nyata. “Bantuan pendidikan, bantuan sosial, serta dukungan kesehatan yang diberikan hari ini menunjukkan bahwa Natal tidak hanya dirayakan secara seremonial, tetapi benar-benar menjawab kebutuhan umat dan masyarakat,” ujarnya.
Ketua Umum Panitia Natal Nasional 2025, Maruarar Sirait, mengatakan pelaksanaan Natal Nasional di Jailolo merupakan bagian dari komitmen untuk menghadirkan perayaan Natal yang menjangkau daerah-daerah serta berdampak langsung bagi masyarakat. Tema “Allah Hadir Menyelamatkan Keluarga” menjadi landasan agar Natal dihidupi melalui tindakan nyata.
“Natal Nasional 2025 kami rancang sederhana, tetapi berdampak luas. Penguatan keluarga, dukungan pendidikan, bantuan sosial, dan pelayanan kesehatan menjadi wujud nyata kasih Tuhan yang ingin kami hadirkan,” kata Maruarar Jumat (9/1/2026).
Dalam rangkaian Natal Nasional 2025, Panitia Natal Nasional menyalurkan berbagai program bantuan berskala nasional. Di bidang kesejahteraan, disiapkan 20.000 paket sembako yang dibagikan kepada masyarakat di sepuluh wilayah Indonesia, termasuk Maluku Utara. Bantuan ini ditujukan bagi keluarga yang membutuhkan untuk memperkuat ketahanan sosial.
Di bidang pendidikan, Panitia Natal Nasional 2025 menyalurkan bantuan senilai Rp10 miliar kepada 1.000 penerima manfaat di sepuluh wilayah Indonesia. Setiap penerima memperoleh bantuan sebesar Rp10 juta untuk mendukung akses dan keberlanjutan pendidikan generasi muda.
Selain itu, disalurkan pula bantuan perbaikan gereja, bantuan kesehatan berupa mobil ambulans, serta berbagai bantuan sosial lainnya. Seluruh program tersebut menjadi bagian dari komitmen Natal Nasional dalam memperkuat keluarga, gereja, dan komunitas secara berkelanjutan.
Perayaan Natal Nasional 2025 dilaksanakan serentak di sepuluh titik di Indonesia, yakni Ambon, Toba, Manado, Jailolo (Maluku Utara), Kalimantan Barat, Nias, Nusa Tenggara Timur, Papua Pegunungan, Toraja, dan Mentawai.
Menutup rangkaian kegiatan di Jailolo, Maruarar Sirait menegaskan bahwa Natal merupakan panggilan untuk terus bergerak dalam kasih dan pengabdian. “Ketika keluarga dikuatkan, pendidikan didukung, gereja dilayani, dan masyarakat kecil diperhatikan, di situlah kasih Tuhan nyata hadir dan bekerja,” ujarnya.


