BMKG Maritim Ambon menegaskan, kondisi angin kencang dan gelombang tinggi berisiko besar terhadap berbagai jenis kapal, mulai dari perahu nelayan, kapal tongkang, kapal ferry, hingga kapal kargo dan kapal pesiar. Situasi ini dinilai dapat mengganggu aktivitas pelayaran dan berpotensi menimbulkan kecelakaan laut jika diabaikan.
“Keselamatan pelayaran menjadi perhatian utama. Masyarakat pesisir dan operator kapal diminta tidak memaksakan aktivitas laut saat kondisi cuaca memburuk,” tulis BMKG dalam peringatannya.
Ancaman Nyata bagi Berbagai Jenis Kapal
BMKG memetakan tingkat risiko berdasarkan kecepatan angin dan tinggi gelombang. Perahu nelayan berisiko tinggi saat angin melampaui 15 knot dengan gelombang di atas 1,25 meter. Kapal tongkang terancam saat angin melebihi 16 knot dan gelombang lebih dari 1,5 meter.
Sementara itu, kapal ferry berada dalam kondisi berbahaya jika angin menembus 21 knot dengan gelombang lebih dari 2,5 meter. Risiko tertinggi mengintai kapal kargo dan kapal pesiar ketika angin melampaui 27 knot disertai gelombang di atas 4 meter.
Sejumlah Perairan Masuk Zona Waspada
BMKG mencatat, gelombang dengan kategori sedang hingga sangat tinggi berpotensi terjadi di berbagai perairan strategis Maluku, termasuk Perairan Utara dan Selatan Pulau Buru, Seram Bagian Barat, Timur, dan Selatan, Perairan Kepulauan Aru, Perairan Kei, Perairan Babar, Perairan Tanimbar, hingga Laut Banda dan Laut Arafura.
Pada beberapa zona tertentu, tinggi gelombang diperkirakan mencapai 2,5 hingga 4 meter, bahkan berpotensi meningkat menjadi 4 hingga 6 meter yang masuk kategori sangat tinggi dan berbahaya.
BMKG Imbau Hentikan Aktivitas Laut Berisiko
BMKG Maritim Ambon mengimbau nelayan tradisional, operator kapal, serta masyarakat pesisir untuk menunda aktivitas melaut apabila kondisi cuaca tidak memungkinkan. Pemerintah daerah dan otoritas pelabuhan juga diminta meningkatkan pengawasan serta menyebarluaskan informasi cuaca secara masif.
“Cuaca ekstrem bukan sekadar gangguan, tetapi ancaman nyata. Keselamatan jiwa harus menjadi prioritas,” tegas BMKG.
BMKG menegaskan akan terus memantau perkembangan cuaca dan meminta masyarakat rutin memperbarui informasi resmi melalui kanal BMKG guna menghindari risiko fatal di laut.


