Acara yang berlangsung di Aula Kantor Syahbandar Dobo itu dihadiri berbagai stakeholder jasa kepelabuhan, mulai dari PT Pelni, PT Temas, KP3 Pelabuhan Dobo, TKBM, para pedagang asongan, hingga mitra pelabuhan lainnya. Suasana penuh sukacita dan kebersamaan mewarnai seluruh rangkaian ibadah dan perayaan sejak dimulai pukul 19.00 WIT hingga selesai.
“Kita merayakan Natal, Tahun Baru, atau Lebaran bukan sekadar seremoni, tetapi sebagai momen persaudaraan tanpa memandang siapa pun,” ujar Ruswan kepada media ini.
Seorang staf KUPP Dobo mengaku terharu, karena untuk pertama kalinya merasakan ibadah Natal bersama dalam keluarga besar Syahbandar Dobo.
“Belum pernah ada acara seperti ini sebelumnya. Baru di masa Pak Ruswan, yang bahkan belum satu tahun memimpin, kegiatan keagamaan bisa digelar. Ini rekor pertama,” ungkapnya.
Ia berharap tradisi ini dapat terus berlanjut sebagai bagian dari budaya organisasi dan tidak terhenti pada satu periode kepemimpinan saja.
Apresiasi juga datang dari perwakilan Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Dobo, Buce, yang menyebut Ruswan membawa angin segar dan perubahan positif di lingkungan pelabuhan.
“Wajah kantor Syahbandar Dobo sekarang lebih cerah. Pemimpin yang transparan bukan hanya pada pegawainya, tapi juga kepada kami. Kami bangga dan tersentuh,” ujarnya seraya mendoakan Ruswan diberi kekuatan dalam menjalankan amanah tugas negara.
Dalam momen Natal perdana ini, pihak Syahbandar juga menyerahkan bingkisan Natal kepada puluhan janda dan anak yatim-piatu di wilayah pelabuhan sebagai wujud kepedulian sosial.
Perayaan ini tak hanya menjadi simbol perubahan, tetapi sekaligus menandai lahirnya budaya kebersamaan yang mulai tumbuh dan bersinar di Pelabuhan Dobo—dipacu oleh kepemimpinan yang mengedepankan harmoni dan keterbukaan.


