Forum tersebut menghadirkan 50 peserta yang terdiri dari Komisi II DPRD Maluku Tenggara, OPD mitra pendidikan, perwakilan yayasan dan akademisi, kepala sekolah jenjang TK, SD, SMP, pengawas sekolah, Dewan Pendidikan, tokoh adat, serta tokoh pemuda.
Pelaksana tugas Kepala Dinas Pendidikan Maluku Tenggara, Bin Raudha Arif Hanoeboen, menegaskan komitmen pemerintah daerah terhadap peningkatan kualitas pendidikan adalah bukti dukungan penuh terhadap penyusunan Rensra.
“Tanggung jawab meningkatkan kualitas pendidikan bukan hanya milik pemerintah, tetapi melibatkan semua pihak. Karena itu forum ini penting untuk menyerap aspirasi seluruh stakeholder,” ujar Raudha dalam paparannya.
Menurutnya, penyusunan Rensra Pendidikan Maluku Tenggara menjadi salah satu yang paling partisipatif karena melibatkan banyak pihak sejak tahap lokakarya hingga uji publik. Tercatat, penyusunan dokumen Rensra telah melalui tiga kali lokakarya bersama mitra pendidikan dan program inovasi daerah.
Dalam paparannya, Bin Raudha Hanoeboen menyentil sejumlah kondisi aktual pendidikan di Maluku Tenggara. Ia menyoroti masih rendahnya kualifikasi dan sertifikasi guru, terutama pada jenjang PAUD yang baru mencapai 16 persen guru berkualifikasi S1 dan hanya 1,22 persen yang tersertifikasi.
“Satu angka yang masih menyedihkan dan membutuhkan intervensi lebih jauh. Kita harus berkolaborasi memperbaiki kualitas pendidik sebagai bagian dari ekosistem pendidikan,” tegasnya.
Meski demikian, ia juga mengapresiasi kemajuan pada jenjang SD dan SMP. Upaya penyetaraan kualifikasi guru yang didukung pemerintah daerah telah meningkatkan jumlah guru berkualifikasi S1 pada kedua jenjang tersebut. Untuk SMP, tersisa sekitar 100 guru yang sedang menyelesaikan studi dan dijadwalkan wisuda dalam waktu dekat.
Selain itu, capaian literasi dan Standar Pelayanan Minimum (SPM) Pendidikan di Maluku Tenggara memang menunjukkan tren peningkatan, namun masih berada di bawah target minimum nasional sehingga perlu langkah korektif yang lebih terarah dalam Rensra baru.
Sebelumnya, Kasubag Perencanaan Dinas Pendidikan, Rohania Bugis, dalam laporan panitia menyampaikan bahwa kegiatan ini berlangsung sehari dengan metode pemaparan materi dan diskusi. Pembiayaan kegiatan bersumber dari DPA Dinas Pendidikan Maluku Tenggara tahun 2025 serta dukungan program inovasi melalui rangkaian lokakarya dan uji publik.


