Dalam sambutannya, Bupati menekankan bahwa pendidikan di Maluku Tenggara harus mampu sejajar dengan daerah lain di tingkat nasional. “Saya berasal dari guru, maka sejak awal saya bertekad mutu pendidikan harus ditingkatkan dan dibarengi dengan inovasi,” ujarnya.
Thaher menyampaikan berbagai terobosan yang telah dilakukan pemerintah daerah sejak 2018, seperti peningkatan kompetensi pendidik, pembangunan sarana-prasarana belajar, serta pemerataan akses internet dan listrik hingga ke wilayah Kei Besar dan pulau-pulau kecil. “Tower 4G sudah 100 persen di Ur dan Warbal, dan listrik dalam waktu dekat juga 100 persen. Semua ini berhubungan dengan proses belajar mengajar,” katanya.
Hanubun juga menyoroti keberhasilan peningkatan kualifikasi ratusan guru yang sebelumnya masih berijazah D3 menjadi sarjana melalui program khusus. Fasilitas pendidikan seperti laboratorium sekolah juga telah dilengkapi meski pemanfaatannya dinilai masih perlu ditingkatkan.
Pada kesempatan itu, Thaher meminta semua pemangku kepentingan ikut aktif dalam penyusunan Renstra Pendidikan. Transparansi dan partisipasi publik dinilai penting untuk membangun rasa memiliki dan memastikan perencanaan berjalan tepat sasaran. “Pendidikan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab semua pihak,” tegasnya.
Bupati mengaku masih menemui tantangan dalam peningkatan mutu pendidikan, termasuk rendahnya capaian pada sejumlah indikator. Ia berharap dukungan penuh dari Dewan Pendidikan, para pengawas sekolah, serta program Inovasi untuk memperkuat motivasi dan performa para guru.
Forum yang digelar berkolaborasi dengan Program Inovasi tersebut dihadiri Wakil Bupati Maluku Tenggara, Provincial Manager Inovasi Maluku, Kepala Dinas Pendidikan, para camat, dan unsur terkait lainnya.


