Menurutnya, retret bukan bentuk kemunduran, melainkan langkah strategis untuk mengambil jarak dari rutinitas kerja guna melihat gambaran besar penyelenggaraan pemerintahan.
“Integritas adalah fondasi birokrasi. Tanpa integritas, sistem sebaik apa pun akan runtuh dari dalam,” ujar Bupati di hadapan 190 ASN peserta retret.
Selama kegiatan, peserta mendapatkan pembekalan materi pembinaan mental, wawasan kebangsaan, kelautan dan kedirgantaraan yang relevan dengan karakter Maluku Tenggara sebagai wilayah kepulauan, hingga pencegahan tindak pidana korupsi dan reformasi birokrasi.
Bupati juga menekankan pentingnya internalisasi nilai-nilai BerAKHLAK dalam keseharian ASN, mulai dari berorientasi pelayanan, akuntabel, hingga kolaboratif. Selain peningkatan kapasitas, retret ini juga dirancang untuk memulihkan energi psikologis aparatur agar kembali bekerja dengan pikiran jernih dan semangat kebersamaan.
Ia menegaskan bahwa tantangan geografis Maluku Tenggara tidak boleh menjadi alasan melemahnya pelayanan publik. ASN dituntut kreatif, adaptif, dan inovatif demi mewujudkan pelayanan yang merata hingga wilayah terluar.


