Jumat Berbahasa Kei Bakal Diterapkan di Sekolah, Disdikbud Malra Siapkan Edaran


LANGGUR, HARIANMALUKU.com — Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara berencana kembali menerapkan program Jumat Berbahasa Kei di seluruh satuan pendidikan sebagai upaya membiasakan generasi muda menggunakan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Maluku Tenggara, Bin Raudha Arif Hanoeboen, mengatakan rencana tersebut merupakan tindak lanjut arahan Bupati Muhamad Thaher Hanubun untuk memperkuat pelestarian bahasa Kei di lingkungan pendidikan.

“Dalam waktu dekat, kami akan menindaklanjuti arahan beliau, Pak Bupati, untuk penggunaan hari Jumat sebagai hari berbahasa Kei, termasuk di semua satuan pendidikan,” kata Raudha dalam dialog interaktif Maluku Tenggara Menyapa di RRI Langgur, Rabu (21/10/2026).

Ia menjelaskan, kebijakan tersebut sebelumnya pernah berjalan. Pemerintah daerah kini sedang menyiapkan tindak lanjut penerapannya, termasuk koordinasi dengan Balai Bahasa atau pusat bahasa di tingkat provinsi.

Menurut Raudha, program Jumat Berbahasa Kei nantinya akan disinergikan dengan kurikulum muatan lokal yang sedang disusun Disdikbud Malra. Dengan demikian, pembelajaran bahasa Kei di sekolah tidak hanya berlangsung melalui materi pelajaran, tetapi juga melalui pembiasaan komunikasi sehari-hari.

Raudha mengakui, kemampuan sebagian anak dalam menggunakan bahasa Kei masih menjadi perhatian. Berdasarkan pemantauan dan simulasi yang dilakukan secara acak di sejumlah sekolah, pihaknya menemukan peserta didik yang belum memahami bahasa Kei, termasuk di sekolah-sekolah yang berada di ohoi.

Karena itu, ia menilai sekolah perlu memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengenal, mempelajari, dan menggunakan bahasa daerah secara aktif.

Upaya tersebut juga diperkuat melalui kegiatan pendidikan dan kebudayaan, seperti lomba bercerita dalam bahasa Kei serta lomba stand-up comedy berbahasa Kei yang melibatkan peserta didik.

Raudha menyebutkan, kegiatan-kegiatan tersebut mendapat antusiasme masyarakat dan anak-anak. Menurutnya, pendekatan yang menarik dapat menjadi sarana untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap bahasa daerah.

Ia menegaskan, perkembangan teknologi dan pengaruh budaya luar tidak seharusnya menjadi alasan untuk meninggalkan bahasa Kei. Sebaliknya, generasi muda dapat memanfaatkan teknologi untuk membuat konten digital, merekam cerita rakyat, dan memublikasikan budaya Kei melalui media sosial.

Penerapan Jumat Berbahasa Kei diharapkan menjadi bagian dari upaya bersama pemerintah, sekolah, dan keluarga dalam menjaga keberlanjutan bahasa daerah sebagai identitas masyarakat Kei.

Meski demikian, Raudha menyampaikan bahwa penerapan kembali program tersebut masih menunggu tindak lanjut penetapan kebijakan pemerintah daerah.

SPONSOR
Lebih baru Lebih lama
SPONSOR