Kegiatan bertema “Guru Belajar, Guru Berkinerja, Pendidikan Berkualitas” ini diinisiasi enam sekolah bekerja sama dengan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Maluku Tenggara.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Maluku Tenggara, Bin Raudha Arif Hanubun, membuka kegiatan tersebut. Ia menegaskan, peningkatan kompetensi guru harus berdampak langsung pada kualitas pembelajaran dan hasil belajar peserta didik.
Menurutnya, guru tidak cukup hanya mengikuti pelatihan, tetapi harus mampu menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dalam kegiatan belajar mengajar di kelas.
“Keberhasilan peningkatan kompetensi guru harus terlihat dari perubahan cara mengajar dan meningkatnya kualitas belajar peserta didik,” demikian penekanan dalam sambutannya.
Bin Raudha berharap Hari Belajar Guru tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Ia mendorong kegiatan tersebut menjadi budaya belajar berkelanjutan melalui diskusi, refleksi, berbagi pengalaman, dan penerapan praktik baik antarguru.
Ia juga meminta kepala sekolah dan pengawas pendidikan aktif mendampingi guru serta memperkuat komunitas belajar di setiap satuan pendidikan.
Menurutnya, kolaborasi antarsekolah menjadi penting untuk menjawab tantangan pendidikan di Maluku Tenggara yang memiliki karakteristik wilayah kepulauan dan kendala geografis.
Enam sekolah yang terlibat dalam kegiatan ini adalah SD Naskat Mathias 1 Langgur, SD Naskat Kamar, SD Naskat Konser, SD Naskat Ngilngof, SD Inpres Selayar, dan SD Naskat Ngabub.
Melalui kolaborasi tersebut, para guru diharapkan dapat meningkatkan profesionalisme, memperkuat pertukaran pengalaman, serta menghadirkan pembelajaran yang lebih berkualitas bagi peserta didik.
Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen bersama untuk memperluas akses terhadap pendidikan bermutu bagi anak-anak di Kabupaten Maluku Tenggara.


