Pengunjung Perpustakaan Tual Meledak, Komisi I Soroti Fasilitas


TUAL, HARIANMALUKU.com – Pengunjung Perpustakaan Umum Daerah Kota Tual melonjak drastis. Dalam periode Mei–Agustus 2026, tercatat 1.044 kunjungan, atau meningkat lebih dari 50 kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya mencapai 20 kunjungan.

Lonjakan aktivitas masyarakat tersebut menjadi perhatian Komisi I DPRD Kota Tual saat melakukan kunjungan kerja ke Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kota Tual, Rabu (23/9/2026).

Ketua Komisi I DPRD Kota Tual, L.M. Yudha Hari Pratama, mengatakan peningkatan kunjungan harus diikuti dengan penguatan fasilitas dan kualitas pelayanan perpustakaan.

“Literasi bukan saja mengajak orang membaca, tetapi bagaimana kita memberikan sarana dan prasarana yang mendukung masyarakat untuk belajar dan berkembang,” ujar Yudha.

Menurutnya, kunjungan lapangan penting untuk memastikan kebijakan yang dibahas DPRD benar-benar sesuai dengan kondisi dan kebutuhan di lapangan.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah kondisi interior serta ketersediaan tempat duduk yang layak bagi pengunjung. Persoalan tersebut akan menjadi bahan pembahasan bersama pimpinan DPRD dan pemerintah daerah dengan mempertimbangkan kemampuan anggaran.

Sebagai bentuk dukungan awal, Yudha menyatakan kesediaannya memberikan bantuan pribadi berupa kursi dan buku. Ia juga menyampaikan kemungkinan membantu membuka akses agar masyarakat lebih mudah menjangkau perpustakaan.

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kota Tual, Rudi A. Bugis, S.E., M.Si., mengatakan pihaknya masih menghadapi sejumlah keterbatasan, terutama sumber daya manusia, anggaran, fasilitas dan teknologi.

Meski demikian, pelayanan tetap berjalan melalui komitmen jajaran dinas dan dukungan berbagai pihak.

Rudi menjelaskan, fungsi perpustakaan kini semakin luas. Selain menyediakan bahan bacaan, ruang perpustakaan juga dimanfaatkan untuk kegiatan belajar, diskusi dan berbagai aktivitas pengembangan literasi masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Rudi memaparkan data Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Kota Tual sebesar 11,5, yang dalam data tersebut menempatkan Kota Tual pada urutan ketiga di Provinsi Maluku.

Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kota Tual, Ratnasari Tamher, S.Sos., M.Si., mengatakan penguatan sumber daya manusia masih menjadi tantangan.

Saat ini, Perpustakaan Daerah Kota Tual hanya memiliki satu pustakawan. Sementara kebutuhan tenaga fungsional lainnya masih perlu diperkuat.

Meski terbatas, berbagai kegiatan tetap dilaksanakan melalui kolaborasi dengan komunitas dan pihak terkait. Salah satunya kegiatan Hari Kunjung Perpustakaan di Tayando bersama kelompok masyarakat pembaca serta dukungan Balai Bahasa dalam persiapan Bulan Bahasa pada Oktober.

“Dengan keterbatasan yang ada, kami tetap berupaya menjalankan tugas dan tanggung jawab untuk mengembangkan literasi di Kota Tual,” ujar Ratnasari.

Pegiat Literasi Kota Tual, Maria Tohatta, S.Th.Pd., mengatakan penguatan budaya literasi perlu dimulai dari lingkungan sekolah.

Ia menyebut terdapat sekitar 120 perpustakaan sekolah pada jenjang SD, SMP, SMA dan SMK di Kota Tual. Sekitar 80 di antaranya berada dalam lingkungan Pemerintah Kota Tual.

Menurut Maria, sebagian perpustakaan sekolah masih menghadapi keterbatasan fasilitas sehingga membutuhkan dukungan lintas sektor.

Ia mendorong sinergi Dinas Pendidikan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, DPRD, sekolah serta komunitas untuk memperkuat gerakan literasi di Kota Tual.

Maria juga mendorong adanya regulasi daerah sebagai landasan pengembangan gerakan literasi secara berkelanjutan.

Ia berharap Perpustakaan Umum Daerah Kota Tual terus diperkuat sebagai ruang bersama bagi pelajar, masyarakat dan komunitas untuk membaca, belajar, berdiskusi serta mengembangkan berbagai kegiatan literasi.

Dalam kunjungan tersebut, Komisi I turut meninjau sejumlah fasilitas perpustakaan, mulai dari ruang promosi dan pameran, ruang baca anak dan lansia, referensi, TIK, audio visual, pojok baca digital, ruang baca dewasa, pengolahan bahan perpustakaan, ruang serbaguna hingga ruang penelitian dan diskusi.

Lonjakan kunjungan menjadi sinyal meningkatnya aktivitas masyarakat di perpustakaan. Tantangannya kini adalah memastikan pertumbuhan tersebut diikuti fasilitas, tenaga, koleksi, teknologi dan kebijakan yang memadai agar perpustakaan semakin kuat sebagai ruang belajar dan pusat literasi masyarakat Kota Tual.

SPONSOR
Lebih baru Lebih lama
SPONSOR