Kepala Kantor UPP Kelas II Tual, Handi Abduh, S.Sos., mengatakan proses perencanaan pengembangan Pelabuhan Elat terus berjalan, termasuk pembahasan dokumen Detail Engineering Design (DED).
“Untuk Pelabuhan Elat, tahun ini kami sudah melakukan pembahasan pendahuluan terkait dokumen DED,” ujar Handi saat ditemui wartawan usai Upacara Harhubnas ke-55 di Pelataran Pelabuhan Yos Sudarso, Kota Tual, Kamis (17/9/2026).
Ia menyebut Pelabuhan Elat memiliki potensi besar karena menjadi salah satu titik penting transportasi laut di Kabupaten Maluku Tenggara.
Saat ini, Pelabuhan Elat melayani berbagai jenis kapal, mulai dari kapal penumpang, kapal perintis, kapal tol laut hingga kapal kargo.
Berdasarkan rancangan dokumen rencana induk pelabuhan, pengembangan Pelabuhan Elat akan dilakukan secara bertahap. Kapasitas dermaga yang saat ini sekitar 70 meter diarahkan meningkat hingga sekitar 130 meter.
“Status Pelabuhan Elat adalah pelabuhan regional. Kapasitasnya minimal 130 meter, sementara sekarang sekitar 70 meter,” jelasnya.
Handi mengatakan, pengembangan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas pelayanan kapal dan memperkuat konektivitas transportasi laut dari dan menuju wilayah Kei Besar.
Ia juga menyebut pihaknya menargetkan pengembangan Pelabuhan Elat dapat direalisasikan paling lambat pada 2028, dengan tetap mempertimbangkan kesiapan dokumen dan kemampuan anggaran.
Menurutnya, pembangunan pelabuhan tidak dapat dilakukan hanya berdasarkan kebutuhan di lapangan. Sejumlah tahapan perencanaan harus dipenuhi, mulai dari pra-FS, FS, RIP, penetapan lokasi, studi lingkungan atau AMDAL, SID hingga izin pembangunan.
“Perencanaan itu harus matang. Tidak bisa pembangunan atau pengembangan dilakukan tanpa dokumen-dokumen perencanaan,” tegas Handi.
Pengembangan Pelabuhan Elat diharapkan dapat memperkuat arus penumpang dan barang serta membuka ruang pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat di wilayah Kabupaten Maluku Tenggara.


