Bupati Malra Dorong Masjid An-Nur Banda Efruan Segera Rampung, Siapkan Tambahan Rp300 Juta


LANGGUR, HARIANMALUKU.com — Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara terus memberikan perhatian terhadap pembangunan sarana peribadatan bagi umat beragama. Dukungan tersebut kembali diwujudkan dalam pembangunan Masjid An-Nur Banda Efruan, Kecamatan Kei Besar Utara Timur, melalui kegiatan pengecoran dak kubah, Minggu (6/9/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Bupati Maluku Tenggara Muhamad Thaher Hanubun hadir langsung bersama Wakil Wali Kota Tual Hi. Amir Rumra, S.Pi., M.Si., Habib Rifqi Alhamid, S. Kom, M.Sip, Staf Ahli Bupati, Camat Kei Besar Utara Timur Chandra Namsa, para Kepala Bagian, Staf Bupati, Panitia Pembangunan, Wartawan serta masyarakat setempat.

Bupati bahkan menyatakan komitmennya untuk memberikan tambahan dukungan sebesar Rp300 juta pada tahun ini guna membantu mempercepat penyelesaian pembangunan Masjid An-Nur.

"Catat Rp300 juta untuk menambah yang tahun ini. Untuk tahun ini, bukan tahun besok. Jadi, kerja terus," tegas Thaher dalam sambutannya.

Ia meminta panitia dan masyarakat tidak membiarkan pembangunan masjid berlangsung terlalu lama. Menurutnya, pembangunan rumah ibadah harus dikerjakan secara bersama-sama dengan mengedepankan semangat gotong royong.

"Jangan terlalu lama. Masjid ini tidak boleh terlalu lama. Kerjakan dengan segala kemampuan karena masjid ini punya rezeki sendiri," ujarnya.

Bangun Masjid dengan Filosofi Ain Ni Ain

Thaher mengajak seluruh masyarakat Banda Efruan dan sekitarnya untuk menyatukan kekuatan dalam menyelesaikan pembangunan Masjid An-Nur.

Ia mengangkat filosofi kehidupan masyarakat Kei, yakni Ain Ni Ain, sebagai semangat persaudaraan dan kebersamaan dalam membangun rumah ibadah.

"Mari kita kerjakan masjid ini dengan filosofi orang Kei, Ain Ni Ain. Kita semua menyatu menjadi satu. Kalau semua kumpul, pasti selesai," katanya.

Menurut Thaher, pembangunan rumah ibadah tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah. Dukungan masyarakat, panitia, para tokoh agama, serta seluruh pihak sangat dibutuhkan agar pembangunan dapat diselesaikan sesuai harapan.

"Tidak akan mungkin Pak Amir jalan sendiri, Bupati jalan sendiri, ketua panitia jalan sendiri. Kita harus bersama-sama, baru bisa menyelesaikan," tegasnya.

Ajak Masyarakat Ikhlas Berdonasi

Bupati juga mengajak masyarakat untuk memberikan sumbangan sesuai kemampuan dan keikhlasan masing-masing.

Ia mengibaratkan setiap sumbangan, sekecil apa pun, sebagai bagian penting dalam pembangunan masjid dan amal kebaikan bagi masyarakat.

"Setiap orang yang menyumbangkan dengan ikhlas sebutir pasir saja untuk masjid, insyaallah dengan sebutir pasir itu menolong kita di yaumil akhir nanti," tuturnya.

Thaher juga mengingatkan masyarakat agar menjaga persatuan dan menghindari prasangka maupun kecurigaan yang dapat menghambat pembangunan.

Menurutnya, setiap pekerjaan untuk kebaikan selalu menghadapi tantangan. Karena itu, seluruh pihak diminta tetap menjaga kepercayaan dan kebersamaan.

"Rasa curiga kepada panitia dan lain-lain itu pasti ada saja. Yang seperti itu dihindari. Kita tetap menyatu menjadi satu untuk menyelesaikan," katanya.

Bupati: Iman yang Memanggil Saya Datang

Thaher mengatakan kehadirannya dalam kegiatan pembangunan rumah ibadah bukan semata-mata karena pertimbangan logika atau kepentingan tertentu, tetapi karena panggilan iman.

Ia menyebut, dalam usianya yang telah mencapai 68 tahun, dirinya tetap berkomitmen menghadiri berbagai kegiatan pembangunan dan keagamaan demi memberikan dukungan kepada masyarakat.

"Kalau dengan logika, mungkin selesai. Logikanya, hari ini saya tidak mungkin datang ke sini. Tapi iman yang memanggil saya datang ke sini," ungkapnya.

Ia menegaskan, semangat membangun rumah ibadah tidak boleh berhenti hanya karena keterbatasan.

"Untuk kebaikan itu tidak pernah putus asa dan tidak pernah bilang tidak bisa. Harus bisa," tegas Thaher.

Bupati juga menyampaikan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung penyelesaian sejumlah pembangunan rumah ibadah, baik masjid maupun gereja, di wilayah Maluku Tenggara.

Diawali Penjemputan dengan Sampan

Kegiatan pengecoran dak kubah Masjid An-Nur diawali dengan penjemputan Bupati Maluku Tenggara bersama rombongan menggunakan perahu atau sampan.

Setibanya di lokasi, Bupati dan rombongan mendapat pengalungan syal sebagai bentuk penghormatan dari masyarakat. Rombongan kemudian menuju lokasi kegiatan untuk mengikuti tausiyah, pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur'an, serta doa bersama.

Selanjutnya, Bupati bersama Wakil Wali Kota Tual, panitia, para pekerja, dan masyarakat turut terlibat langsung dalam proses pengecoran dak kubah Masjid An-Nur.

Thaher berharap dukungan pemerintah dan partisipasi masyarakat dapat mempercepat pembangunan sehingga Masjid An-Nur Banda Efruan segera rampung dan dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh umat Muslim.

"Insyaallah ada Allah yang memberikan kekuatan kepada kita semua," pungkasnya.

(HM)

SPONSOR
Lebih baru Lebih lama
SPONSOR