Kegiatan Pembinaan Teknis Produksi bagi IKM Olahan Kelapa tersebut digelar Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA) Kementerian Perindustrian bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara.
Kegiatan berlangsung selama empat hari, 22–25 September 2026. Pembukaan dilaksanakan di hotel, sedangkan praktik produksi dipusatkan di Gedung Dekranasda Maluku Tenggara.
Kepala Bagian Program dan Kerja Sama Ditjen IKMA Kementerian Perindustrian, Anindita Rumanti, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya memberikan pengetahuan kewirausahaan, tetapi juga keterampilan teknis pengolahan kelapa.
“Harapannya nanti bisa membantu diversifikasi dari produk-produk yang sudah Bapak dan Ibu lakukan selama ini,” kata Anindita dalam laporannya.
Peserta akan mendapatkan materi pembukuan sederhana bagi industri kecil, Kredit Usaha Rakyat (KUR), serta perizinan berusaha melalui Online Single Submission (OSS).
Pada praktiknya, peserta akan diperkenalkan dengan berbagai produk olahan kelapa, antara lain virgin coconut oil (VCO), minyak goreng kelapa, tepung kelapa, kerajinan batok kelapa, tepung brondong, dan nata de coco.
Anindita menjelaskan, instruktur yang dilibatkan merupakan tenaga ahli yang memiliki kompetensi di bidang kewirausahaan dan pendampingan teknis bagi calon maupun pelaku usaha.
Selain pelatihan, peserta juga memperoleh seminar kit, starter kit, uang transport sesuai ketentuan, sertifikat pelatihan, serta fasilitasi penerbitan atau perluasan Nomor Induk Berusaha (NIB).
Ia menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara, khususnya Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Ketenagakerjaan, yang selama beberapa bulan telah berkoordinasi untuk mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.
Pembinaan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi pelaku IKM Maluku Tenggara untuk mengembangkan produk kelapa dari bahan mentah menjadi produk jadi dengan nilai tambah yang lebih tinggi.


