Pesan tersebut disampaikan Charlos saat menghadiri Resepsi Syukur Hari Ulang Tahun (HUT) ke-28 Jemaat GPM Anugerah Tahun 2026 di Gereja Anugerah Ohoijang Langgur, Minggu (23/8/2026).
Menurut Charlos, perkembangan teknologi informasi membawa banyak manfaat, tetapi juga menghadirkan tantangan serius bagi kehidupan sosial masyarakat.
“Di kesempatan yang baik ini, saya meminta agar Gereja Anugerah tetap dan terus menjadi sumber kesejukan. Memberikan pesan-pesan persaudaraan, persatuan dan kebersamaan,” kata Charlos dalam sambutannya.
Ia menekankan, masyarakat perlu memiliki kemampuan menyaring setiap informasi yang diterima serta tidak mudah terpancing oleh isu yang dapat mengganggu keharmonisan sosial.
“Umat perlu dibekali kemampuan menyaring informasi, merespons segala sesuatu dengan kepala dingin, pemikiran yang jernih dan selalu mengutamakan persatuan dan kesatuan dalam menjaga harmoni di masyarakat,” ujarnya.
Gereja dan Pemerintah Harus Bersinergi
Charlos mengatakan, gereja memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah, terutama dalam pembentukan karakter dan moral masyarakat.
Wabup menegaskan, gereja bukan sekadar objek pembangunan, melainkan mitra pemerintah dalam mewujudkan kemajuan daerah dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.
“Salah satu ukuran yang paling menentukan dalam keberhasilan pembangunan adalah kualitas manusianya. Dan salah satu ruang paling penting untuk kualitas manusia adalah ruang pembinaan keagamaan,” tuturnya.
Menurutnya, gereja memiliki ruang pelayanan yang tidak sepenuhnya dapat dijangkau melalui regulasi pemerintah, khususnya dalam pembentukan akhlak dan karakter.
Ia kemudian menggarisbawahi tiga fungsi penting pelayanan gereja, yakni pembentukan karakter, penguatan keluarga, dan pendampingan sosial.
Pembinaan anak, remaja, dan pemuda, kata Charlos, menjadi investasi jangka panjang dalam menghadapi berbagai tantangan zaman, termasuk penyalahgunaan narkoba, minuman keras, perjudian dan judi daring, kekerasan dalam rumah tangga, serta dampak negatif media digital.
Sementara itu, penguatan keluarga dinilai turut mendukung berbagai program pemerintah, termasuk penurunan angka stunting, peningkatan mutu pendidikan anak, dan penguatan kemandirian ekonomi.
“Ketiga, fungsi pendampingan sosial. Gereja hadir pada titik-titik yang sering luput dari pantauan data. Keluarga miskin, para lansia, penyandang disabilitas, dan mereka yang terpinggirkan,” jelasnya.
Tema HUT Jadi Pesan untuk Jemaat
Dalam sambutannya, Charlos juga mengapresiasi perjalanan 28 tahun Jemaat GPM Anugerah. Ia menilai rentang waktu tersebut menjadi bukti kesetiaan dalam pelayanan, ketekunan iman, dan kebersamaan umat.
Ia mengajak seluruh warga jemaat menghayati tema HUT ke-28, “Berakar Dalam Iman, Bertumbuh Dalam Kasih Karunia.”
Menurutnya, makna “berakar” menggambarkan kedalaman iman yang menjadi fondasi kehidupan jemaat agar tidak mudah goyah menghadapi perubahan zaman.
Sementara “bertumbuh” berarti iman tidak berhenti di ruang ibadah, tetapi harus diwujudkan melalui perilaku yang memberikan manfaat bagi sesama dan lingkungan.
“Iman yang benar tidak berhenti di ruang-ruang ibadah. Iman dan pengajaran harus menjelma menjadi perilaku yang memberi manfaat bagi sesama serta lingkungan,” katanya.
Charlos juga menilai posisi Jemaat GPM Anugerah yang berada di Ohoijang Langgur, jantung Ibu Kota Kabupaten Maluku Tenggara, memberikan peluang sekaligus tantangan.
Warga jemaat bersentuhan langsung dengan aktivitas perdagangan, jasa, transportasi, pemerintahan, kesehatan, dan pendidikan. Namun, kondisi tersebut juga menghadirkan tantangan berupa biaya hidup, persaingan ekonomi, gaya hidup konsumtif, serta derasnya pengaruh informasi digital.
Tiga Harapan untuk Jemaat GPM Anugerah
Mengakhiri sambutannya, Charlos menyampaikan tiga harapan kepada Jemaat GPM Anugerah.
Pertama, menjadikan jemaat sebagai komunitas yang berakar kuat dalam iman sehingga tidak mudah digoyahkan tantangan zaman.
Kedua, menjadikan jemaat sebagai komunitas yang terus bertumbuh dan menghasilkan buah, bukan hanya bagi warga jemaat, tetapi juga bagi masyarakat di sekitarnya.
Ketiga, menjadikan Jemaat GPM Anugerah sebagai teladan kemandirian dalam kehidupan rohani, sosial, maupun ekonomi.
“Atas nama Pemerintah Daerah, saya mengucapkan Selamat Ulang Tahun ke-28 kepada Jemaat GPM Anugerah,” ujar Charlos.
Rahantoknam berharap seluruh rangkaian perayaan HUT tersebut semakin memperkuat pelayanan gereja, persatuan masyarakat, serta kontribusi Jemaat GPM Anugerah bagi pembangunan Kabupaten Maluku Tenggara.
“Kiranya rahmat Tuhan Yang Maha Esa memberkati pelayanan kita semua, memberkati Jemaat Anugerah, dan memberkati Kabupaten Maluku Tenggara yang kita cintai,” pungkasnya.


