Touring Kebangsaan Keliling Kei Kecil, Bupati Thaher: Pemerintah Harus Hadir di Tengah Masyarakat


MALUKU TENGGARA, LANGGUR — Touring Kebangsaan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Maluku Tenggara bukan sekadar perjalanan kendaraan bermotor. Bupati Maluku Tenggara Muhamad Thaher Hanubun menegaskan kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat.

Touring yang digelar Sabtu (15/8/2026) itu membawa semangat kemerdekaan menyusuri sejumlah wilayah di Pulau Kei Kecil. Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan pembagian bendera Merah Putih, penghijauan, serta Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat.

“Touring ini bukan sekadar perjalanan. Touring ini adalah pernyataan sikap. Bahwa negara hadir. Bahwa pemerintah hadir. Bukan di atas kertas, tetapi di tengah masyarakat,” tegas Thaher dalam sambutannya.

Menurut Bupati, pemimpin tidak boleh hanya mengandalkan laporan yang tersaji di atas meja. Kondisi masyarakat harus dilihat secara langsung, termasuk kondisi jalan, ohoi, sekolah, fasilitas pelayanan, hingga berbagai persoalan yang dirasakan warga.

“Laporan di atas meja penting. Tetapi laporan tidak dapat menggantikan mata dan telinga. Pemimpin harus turun. Pemimpin harus melihat sendiri.” singkatnya.

Dirangkaikan Cek Kesehatan Gratis di 21 Puskesmas

Salah satu perhatian utama dalam Touring Kebangsaan adalah sektor kesehatan. Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis di 21 Puskesmas yang tersebar di Kabupaten Maluku Tenggara.

Thaher mengajak masyarakat memanfaatkan layanan tersebut dengan memeriksakan kesehatan diri dan keluarga.

“Kehadiran negara paling nyata ketika rakyat benar-benar mendapatkan pelayanan. Karena itu saya mengajak seluruh masyarakat, manfaatkanlah layanan Cek Kesehatan Gratis ini,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada tenaga kesehatan yang menjadi ujung tombak pelayanan pemerintah.

“Saudara adalah wajah negara yang paling dekat dengan rakyat. Layanilah dengan ramah, sabar, dan sepenuh hati,” pesan Thaher.

Singgah, Belanja, dan Gerakkan Ekonomi Ohoi

Touring Kebangsaan juga diharapkan memberikan dampak langsung terhadap perekonomian masyarakat.

Bupati meminta rombongan tidak hanya melewati wilayah yang disinggahi, tetapi ikut membeli produk masyarakat setempat.

“Warung di desa akan ramai. Hasil kebun dan hasil laut akan terjual. Perputaran uang akan terjadi sampai ke perdesaan,” katanya.

Karena itu, peserta touring diminta singgah, berbelanja, dan berbagi dengan masyarakat.

Menurut Thaher, langkah sederhana tersebut dapat menjadi bentuk kepedulian sekaligus membantu menggerakkan ekonomi masyarakat di tingkat ohoi.

Bawa Merah Putih hingga Pelosok

Semangat kemerdekaan, kata Thaher, tidak boleh berhenti di ibu kota kabupaten. Semangat tersebut harus menjangkau ohoi-ohoi, wilayah pesisir, hingga daerah yang jauh dari pusat pemerintahan.

Sejumlah laporan mengenai kegiatan touring menyebutkan rombongan menyusuri berbagai wilayah Kei Kecil dan membawa bendera Merah Putih untuk dibagikan kepada masyarakat.

Bagi pemerintah daerah, pengibaran Merah Putih bukan sekadar tradisi peringatan HUT RI, tetapi simbol persatuan dan kecintaan terhadap tanah air.

“Touring Kebangsaan ini membawa semangat kemerdekaan ke tengah masyarakat. Semangat itu tidak boleh berhenti di ibu kota kabupaten. Semangat itu harus sampai ke ohoi-ohoi, sampai ke pesisir, sampai ke tempat yang paling jauh,” tegasnya.

Filosofi Touring: Tidak Ada yang Ditinggalkan

Thaher kemudian mengibaratkan perjalanan touring sebagai gambaran proses pembangunan daerah.

Dalam sebuah rombongan, ada peserta yang berada di depan sebagai penunjuk arah, ada yang berada di tengah menjaga barisan, dan ada yang berada di belakang untuk memastikan seluruh peserta selamat sampai tujuan.

“Semua punya peran. Semua penting,” ujarnya.

Filosofi tersebut, menurut Thaher, sejalan dengan semangat “Setara Sejahterakan Negeri – No One Left Behind”.

Pemerintah, DPRD, TNI-Polri, dunia usaha, tokoh agama, tokoh adat, pemuda, serta seluruh masyarakat memiliki peran yang sama dalam membangun daerah.

“Kadang jalannya mulus. Kadang berlubang, terjal dan menanjak. Tetapi tujuan kita satu: kesejahteraan masyarakat Maluku Tenggara,” katanya.

Ia menyebut semangat tersebut sebagai wujud nyata Ain Ni Ain, yakni saling memiliki, berjalan bersama, dan memastikan tidak ada masyarakat yang tertinggal.

Bupati Ingatkan Peserta Utamakan Keselamatan

Sebelum melepas peserta Touring Kebangsaan, Bupati menyampaikan sejumlah pesan penting.

Peserta diminta mematuhi aturan lalu lintas, menjaga kecepatan, menjaga jarak, serta mengikuti arahan petugas.

Selain itu, peserta diminta menjaga ketertiban, kesopanan, dan kebersihan selama perjalanan.

“Jadilah tamu yang baik di setiap tempat yang kita singgahi,” pesannya.

Bupati juga meminta peserta menyapa masyarakat, berbincang dengan warga, serta mendengarkan berbagai keluhan yang disampaikan secara langsung.

“Bawa pulang catatan itu untuk kita tindak lanjuti,” tegasnya.

Touring Kebangsaan tersebut akhirnya resmi dimulai dengan satu pesan utama dari Bupati Maluku Tenggara: kemerdekaan bukan hanya untuk dirayakan, tetapi harus diisi dengan kerja nyata, pelayanan, kebersamaan, dan kepedulian kepada masyarakat.

“Dirgahayu Republik Indonesia. Merdeka!” seru Thaher.

SPONSOR
Lebih baru Lebih lama
SPONSOR