Pesan tersebut disampaikan saat rapat persiapan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia bersama seluruh instansi vertikal, BUMN, BUMD, para raja, pimpinan dan anggota DPRD, pimpinan OPD, camat, serta kepala puskesmas se-Kabupaten Maluku Tenggara di Rumah Dinas Bupati, Rabu (5/8/2026).
Thaher meminta jajaran pemerintah daerah dan seluruh instansi tidak bekerja sendiri-sendiri. Menurutnya, seluruh unsur harus terlibat dalam berbagai kegiatan yang menyentuh kepentingan masyarakat.
“Tidak lagi pemerintah kita berjalan sendiri-sendiri. Kita harus berjalan bersama-sama,” tegasnya.
Ia mencontohkan kegiatan gotong royong. Menurutnya, kegiatan tersebut bukan hanya menjadi tugas masyarakat atau kelompok tertentu, tetapi harus melibatkan pimpinan OPD, instansi vertikal, BUMN, BUMD, hingga unsur pemerintahan lainnya.
Bupati juga meminta koordinasi antarlembaga diperkuat, terutama dalam pelaksanaan kegiatan nasional dan daerah. Ia menekankan agar tidak ada lagi pihak yang ditinggalkan dalam agenda penting pemerintahan.
Dalam rangka HUT ke-81 RI, Thaher juga meminta kehadiran seluruh unsur diperhatikan. Ia bahkan berencana menerapkan absensi dalam upacara untuk memastikan keterlibatan OPD, BUMN, BUMD, dan instansi vertikal.
Menurutnya, kekompakan tidak boleh hanya muncul saat peringatan hari besar nasional, tetapi harus menjadi budaya dalam menjalankan pemerintahan dan melayani masyarakat.
Ia mengingatkan seluruh jajaran bahwa masyarakat tidak perlu mengetahui berbagai kesulitan internal pemerintah. Yang mereka butuhkan adalah pelayanan yang baik.
“Bagaimana kita layani mereka dengan baik,” ujarnya.
Thaher berharap semangat kebersamaan yang dibangun melalui peringatan HUT ke-81 RI dapat terus berlanjut dalam pelaksanaan pembangunan Kabupaten Maluku Tenggara.
Bagi Hanubun, persatuan merupakan kekuatan utama untuk menghadapi berbagai tantangan dan mencapai tujuan bersama.
“Kita semua harus Ta Foing Fo Kut, Ta Fauw Fo Banglu. Kita harus satu kampung, harus bersama-sama, baru kita bisa mencapai tujuan,” tegasnya.


