Stunting Malra Turun Jadi 10,25 Persen, Bupati Thaher Dorong Pangan Lokal dan Perkuat Posyandu


MALUKU TENGGARA, ELAT – Angka stunting di Kabupaten Maluku Tenggara menunjukkan perkembangan positif. Berdasarkan pembaruan data Triwulan II 2026, prevalensi stunting di daerah itu turun menjadi 10,25 persen, dari 12,07 persen berdasarkan data SIGIZIKESGA per Desember 2025.

Capaian tersebut bahkan telah berada di bawah target nasional sebesar 14 persen. Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara pun terus memperkuat pencegahan stunting melalui pemberian makanan tambahan (PMT) berbasis pangan lokal, penguatan peran kader Posyandu, serta peningkatan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Hal itu disampaikan Bupati Maluku Tenggara Muhamad Thaher Hanubun saat memberikan arahan pada kegiatan Pembekalan Tim Kader Posyandu dalam pemberian PMT berbahan pangan lokal dan Kampanye serta Pergerakan Masyarakat Hidup Sehat melalui Gerakan Cegah Stunting, yang dirangkaikan dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di RSUD Pratama Lies Hanubun Elat, Sabtu (22/8/2026).

“Angka stunting Maluku Tenggara berdasarkan data SIGIZIKESGA per Desember 2025 adalah 12,07 persen dan berdasarkan updating data terbaru per Triwulan II Tahun 2026 turun menjadi 10,25 persen,” ujar Bupati Thaher Hanubun.

Menurut dia, penurunan tersebut menunjukkan progres yang baik dalam upaya pemerintah daerah menekan angka stunting. Namun, capaian itu harus terus dipertahankan dan ditingkatkan melalui kolaborasi seluruh pihak.

Thaher menegaskan, pencegahan stunting tidak cukup hanya mengandalkan pelayanan kesehatan. Upaya tersebut harus dimulai dari lingkungan keluarga, pemenuhan gizi, pola asuh, sanitasi, hingga pemanfaatan pangan yang tersedia di lingkungan masyarakat.

Karena itu, pemerintah daerah meminta jajaran Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), pemerintah kecamatan, pemerintah ohoi, PKK, serta kader Posyandu memperkuat pelayanan dan pemantauan kesehatan masyarakat.

“Setiap ibu hamil dan setiap anak harus dipantau pertumbuhan dan perkembangannya secara rutin,” tegasnya.

Ia juga meminta agar anak yang mengalami berat badan tidak naik atau kekurangan gizi segera mendapatkan intervensi dan pendampingan. Salah satunya melalui pemberian makanan tambahan berbasis pangan lokal bagi ibu hamil dan balita yang mengalami kekurangan gizi.

Optimalkan Pangan Lokal

Thaher menilai Maluku Tenggara memiliki kekayaan pangan lokal yang beragam dan bernilai gizi tinggi. Potensi tersebut, kata dia, harus dimanfaatkan secara maksimal dalam mendukung pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat.

Pemberian makanan tambahan, lanjutnya, tidak harus selalu bergantung pada bahan pangan dari luar daerah. Masyarakat didorong mengoptimalkan pangan lokal, terutama sumber protein hewani, dengan tetap memperhatikan prinsip makanan bergizi, seimbang, beragam, sehat, dan aman.

“Kita memiliki kekayaan pangan lokal yang sangat beragam dan bernilai gizi tinggi,” katanya.

Dalam upaya tersebut, kader Posyandu dinilai memiliki posisi strategis. Mereka tidak hanya membantu pelayanan di Posyandu, tetapi juga menjadi penggerak masyarakat, penyampai informasi kesehatan, pendamping keluarga, sekaligus penghubung antara masyarakat dengan tenaga kesehatan dan pemerintah.

Hadirkan Dokter Spesialis

Kegiatan di Elat juga dirangkaikan dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG) dengan menghadirkan dua dokter spesialis, yakni dokter spesialis anak dan dokter spesialis paru.

Bupati berharap kehadiran dokter spesialis dapat semakin meningkatkan pelayanan kesehatan sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat di wilayah Kei Besar terhadap akses pemeriksaan oleh dokter spesialis.

Kegiatan pembekalan dan kampanye Gerakan Cegah Stunting tersebut mencakup wilayah kerja enam Puskesmas di Kei Besar, yakni Puskesmas Elat, Matahollat, Ohoiel, Larat, Mun, dan Hollat.

Thaher juga mengingatkan bahwa pencegahan stunting harus dilakukan sejak dini, mulai dari remaja putri, calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, hingga anak usia di bawah lima tahun, terutama pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan pencegahan stunting sebagai gerakan bersama dan berkelanjutan.

“Tidak boleh ada keluarga yang membiarkan anaknya tumbuh tanpa pemantauan kesehatan dan makanan bergizi,” tegasnya.

Pembukaan kegiatan Pembekalan Pemberian Makanan Tambahan berbasis pangan lokal bagi kader Posyandu, Kampanye dan Pergerakan Masyarakat Hidup Sehat melalui Gerakan Cegah Stunting, serta Cek Kesehatan Gratis yang menghadirkan dokter spesialis anak dan paru dilakukan secara simbolis oleh Bupati Maluku Tenggara Muhamad Thaher Hanubun didampingi Wakil Bupati Charlos Viali Rahantoknam, Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Rasyid, Staf Ahli Bupati Bidang Perekonomian Keuangan dan Pembangunan Karel Rahajaan, Kepala Dinas Kesehatan Muhsin Rahayaan, para dokter dan kader Posyandu.

SPONSOR
Lebih baru Lebih lama
SPONSOR