RRI Fest 2026 Jadi Ruang Siswa SMA Negeri 3 Maluku Tenggara Merawat Seni dan Budaya


MALUKU TENGGARA, LANGGUR — Kepala SMA Negeri 3 Maluku Tenggara, Domitila Teniut, S.Pd., menyambut positif pelaksanaan Pergelaran Seni dan Budaya dalam program RRI Fest 2026 yang digelar melalui kerja sama RRI Langgur dan SMA Negeri 3 Maluku Tenggara, Kamis (27/8/2026).

Domitila menilai kegiatan tersebut merupakan momentum luar biasa bagi para siswa untuk menampilkan sekaligus mengembangkan potensi seni dan budaya yang selama ini dibina di lingkungan sekolah.

Menurutnya, persiapan kegiatan berlangsung relatif cepat karena SMA Negeri 3 Maluku Tenggara telah memiliki sanggar seni, OSIS, guru seni, serta berbagai perlengkapan kesenian yang mendukung kegiatan tersebut.

“Ini memang satu hal yang sangat luar biasa. Dalam beberapa hari setelah kami didatangi dan diajak bekerja sama, saya langsung menyatakan oke. Kebetulan kami memiliki sanggar, OSIS, guru seni, dan semua alat seni yang sudah siap,” ujar Domitila saat ditemui pada kegiatan RRI Fest 2026, Kamis (27/8/2026).

Ia mengatakan, berbagai penampilan yang disuguhkan siswa bukan sesuatu yang baru. Kegiatan seni telah menjadi bagian dari aktivitas sekolah sehingga para siswa relatif siap ketika mendapat kesempatan tampil di hadapan publik.

Domitila juga mengapresiasi perubahan nomenklatur RRI Tual menjadi RRI Langgur. Menurutnya, keberadaan RRI Langgur dapat semakin mendekatkan lembaga penyiaran publik tersebut dengan sekolah-sekolah di Maluku Tenggara.

“Kami sangat berterima kasih untuk RRI yang sekarang nomenklaturnya sudah diganti menjadi RRI Langgur. Ini mungkin menjadi motivasi bagi kami, khususnya sekolah-sekolah di Maluku Tenggara, baik SMA, SMP maupun SD, untuk memanfaatkan ruang-ruang kegiatan seperti ini,” katanya.

Berharap RRI Fest Digelar Berkelanjutan

Domitila berharap pergelaran seni dan budaya seperti RRI Fest tidak berhenti pada satu kegiatan, tetapi dapat dilaksanakan secara berkelanjutan.

Ia menilai, semakin banyak ruang yang diberikan kepada generasi muda untuk tampil, semakin besar pula peluang mereka mencintai dan melestarikan adat istiadat serta kebudayaan daerah.

“Harapannya ke depan, pergelaran seperti ini selalu dibuat sehingga menjadi motivasi bagi anak untuk mencintai adat istiadatnya, tarian, nyanyian, musik, dan karya-karyanya yang perlu terus dikembangkan,” ungkapnya.

Menurut dia, ruang pertunjukan bagi siswa di luar lingkungan sekolah masih terbatas. Karena itu, kegiatan seperti RRI Fest menjadi kesempatan penting bagi siswa untuk memperlihatkan kemampuan mereka kepada masyarakat.

“Setelah pentas, anak-anak biasanya hanya pentas di sekolah karena ruang untuk membawa mereka keluar masih terbatas. Mungkin kami hanya bisa berbagi melalui digital yang sekarang sedang kami kembangkan,” jelasnya.

Seni dan Karakter Jadi Perhatian Sekolah

Domitila menambahkan, SMA Negeri 3 Maluku Tenggara tidak hanya berfokus pada prestasi akademik, tetapi juga mengembangkan kegiatan nonakademik sebagai bagian dari pembentukan karakter siswa.

Sekolah memiliki sanggar seni yang menjadi wadah bagi siswa untuk mengembangkan bakat dan kreativitas. Kegiatan ekstrakurikuler tersebut dilaksanakan secara rutin.

“Kami punya sanggar di sini. Kegiatan ekstrakurikuler dilakukan secara rutin. Kami juga terus mendorong anak-anak untuk mengembangkan kemampuan, baik akademik maupun nonakademik,” katanya.

Selain bidang seni dan budaya, siswa SMA Negeri 3 Maluku Tenggara juga aktif mengikuti berbagai kompetisi. Salah satunya adalah keikutsertaan siswa dalam lomba bahasa Inggris tingkat nasional.

Domitila berharap RRI Fest 2026 dapat menjadi ruang positif bagi generasi muda di daerah untuk terus berkarya.

“Harapan saya, ajang ini menjadi muatan positif untuk anak-anak di daerah. Terima kasih untuk RRI Langgur dan kegiatan RRI Fest 2026 yang sangat luar biasa,” pungkasnya.

SPONSOR
Lebih baru Lebih lama
SPONSOR