Ajakan tersebut disampaikan saat membuka sosialisasi program GENTING dan GATI yang digelar Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara bersama Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Provinsi Maluku.
Dalam sambutan Wabup menegaskan bahwa pembangunan keluarga berkualitas membutuhkan keterlibatan seluruh anggota keluarga, termasuk peran besar seorang ayah.
“Masih ada pandangan bahwa mengasuh anak hanya menjadi tugas ibu. Melalui GATI, kita ingin mengubah paradigma itu. Ayah harus hadir sebagai pelindung, pendidik, dan teladan utama bagi anak-anaknya,” ujar Charlos.
Ia mengatakan, perubahan besar dalam keluarga dapat dimulai dari tindakan sederhana yang dilakukan seorang ayah, seperti mendampingi anak belajar, mengantar sekolah, bermain bersama, hingga membantu memenuhi kebutuhan anak.
Menurutnya, keterlibatan ayah dalam keluarga akan memberikan dampak positif terhadap perkembangan mental, karakter, dan masa depan anak.
“Perubahan kecil yang dilakukan hari ini dapat memberikan hasil besar bagi generasi mendatang,” ungkapnya.
Selain mendorong peran ayah, Pemkab Maluku Tenggara juga terus memperkuat program pencegahan stunting melalui gerakan orang tua asuh. Pemerintah daerah berharap seluruh elemen masyarakat ikut terlibat dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Provinsi Maluku Dr. Eddy Setiawan, jajaran Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara, TP-PKK, pimpinan OPD, camat, kepala puskesmas, serta pemangku kepentingan lainnya.
Pemkab Maluku Tenggara berkomitmen terus memperkuat kolaborasi dengan BKKBN Provinsi Maluku dan seluruh pemangku kepentingan agar target penurunan stunting dapat tercapai secara berkelanjutan serta mewujudkan keluarga yang sehat, tangguh, dan berkualitas di Bumi Larvul Ngabal.


