Teguh Santosa: Semangat Revolusi Kuba Masih Relevan Hadapi Tantangan Global


DENPASAR, HARIANMALUKU.com – Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), Dr. Teguh Santosa, menilai semangat Revolusi Kuba masih relevan untuk terus digaungkan di tengah dinamika geopolitik dunia. Menurutnya, perjuangan rakyat Kuba menjadi simbol keteguhan mempertahankan kedaulatan, kemerdekaan, dan keadilan sosial di tengah tekanan asing.

Dalam keterangannya Minggu (26/7), Teguh menjelaskan Revolusi Kuba berawal dari penyerangan Barak Moncada pada 26 Juli 1953 yang dipimpin Fidel Castro bersama Ernesto "Che" Guevara dan Camilo Cienfuegos. Perjuangan gerilya yang berlangsung dari Pegunungan Sierra Maestra akhirnya berhasil menggulingkan rezim Fulgencio Batista pada akhir 1958.

Ia mengatakan kemenangan revolusi tidak hanya mengganti pemerintahan, tetapi juga mengubah arah politik Kuba menjadi lebih mandiri dengan memilih jalur sosialisme serta menolak intervensi ekonomi maupun politik dari negara-negara adidaya.

Menurut Teguh, hingga kini Kuba masih menghadapi embargo ekonomi, finansial, dan perdagangan yang berlangsung selama puluhan tahun. Meski demikian, semangat Revolusi 26 Juli tetap menjadi fondasi ketahanan nasional yang membuat rakyat Kuba mampu bertahan di tengah berbagai keterbatasan.

"Kemampuan Kuba bertahan di bawah tekanan menunjukkan pentingnya solidaritas internasional dan keadilan sosial. Negara kecil pun dapat mempertahankan harga diri bangsa tanpa mengorbankan prinsip kemerdekaan," ujar Teguh.

Ia menambahkan, komitmen Kuba dalam bidang kesehatan dan pendidikan bagi masyarakat internasional menjadi bukti bahwa nilai-nilai revolusi tetap hidup meski negara tersebut menghadapi berbagai tantangan.

Melalui peringatan Hari Revolusi Kuba, Teguh berharap semangat anti-kolonialisme, kemandirian, dan penolakan terhadap hegemoni sepihak terus dijaga oleh negara-negara berkembang demi mewujudkan tatanan dunia yang lebih adil dan setara.

SPONSOR
Lebih baru Lebih lama
SPONSOR