Kepala BNN Kota Tual, Ahmad Reniwuryaan, S.Sos., mengatakan pencegahan harus dimulai sejak anak-anak agar mereka memiliki pemahaman yang kuat tentang bahaya narkoba dan mampu menolak segala bentuk penyalahgunaannya.
"Proses pemberantasan narkoba harus dimulai dari anak. Mereka harus diberi pemahaman sejak dini bahwa narkoba sangat membahayakan masa depan mereka," ujar Reniwuryaan Kamis, (23/7/2026).
Selain meluncurkan Ananda Bersinar, BNN Kota Tual juga memperkenalkan Integrasi Kurikulum Anti Narkotika (IKAN) yang akan diterapkan di sekolah-sekolah. Program ini dirancang untuk memasukkan edukasi bahaya narkoba ke dalam proses pembelajaran sehingga kesadaran siswa dapat dibangun secara berkelanjutan.
Reniwuryaan menegaskan, peredaran dan penyalahgunaan narkotika merupakan kejahatan luar biasa yang tidak dapat ditangani hanya oleh BNN maupun aparat kepolisian. Menurutnya, keberhasilan perang melawan narkoba membutuhkan kolaborasi pemerintah daerah, dunia pendidikan, keluarga, tokoh masyarakat, hingga seluruh elemen masyarakat.
"Narkoba adalah musuh bersama. Tanpa dukungan seluruh stakeholder, masyarakat, dan pemerintah daerah, mustahil kita bisa mewujudkan Kota Tual maupun Kabupaten Maluku Tenggara yang benar-benar bersih dari narkoba," tegasnya.
Ia berharap program Ananda Bersinar dan IKAN menjadi fondasi lahirnya generasi muda yang sehat, berkarakter, dan bebas dari narkoba. Dengan keterlibatan semua pihak, BNN optimistis cita-cita mewujudkan Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara yang bersih dari penyalahgunaan narkotika dapat tercapai.


