Karung Beras SPHP Bertambal Hekter Ditemukan di Pasar Langgur


LANGGUR, HARIANMALUKU.com – Sejumlah karung beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ditemukan dalam kondisi mulut karung bertambal menggunakan hekter di Pasar Langgur, Kabupaten Maluku Tenggara, Selasa (21/7/2026). Temuan tersebut memicu kekhawatiran masyarakat terkait kualitas dan keaslian beras yang dijual kepada konsumen.

Berdasarkan pantauan di lokasi, beberapa karung beras SPHP tampak tidak lagi tersegel utuh sebagaimana kemasan resmi. Bagian atas karung terlihat pernah dibuka lalu ditutup kembali menggunakan hekter, sehingga menimbulkan tanda tanya di kalangan pembeli.

Kondisi tersebut memunculkan dugaan di tengah masyarakat bahwa isi beras SPHP kemungkinan telah diganti atau ditukar dengan kualitas lain sebelum dipasarkan. Namun, hingga kini dugaan tersebut belum dapat dipastikan karena belum ada hasil pemeriksaan dari instansi berwenang.

Warga berharap Perum Bulog bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta aparat terkait segera melakukan inspeksi terhadap beras SPHP yang beredar di Pasar Langgur. Pemeriksaan dinilai penting untuk memastikan kualitas, berat, dan keaslian isi karung sesuai standar program pemerintah.

Program SPHP merupakan kebijakan pemerintah untuk menjaga stabilitas harga beras sekaligus menyediakan beras berkualitas dengan harga terjangkau bagi masyarakat. Karena itu, proses distribusinya diharapkan berlangsung secara transparan dan bebas dari praktik yang dapat merugikan konsumen.

Selain memeriksa kondisi kemasan, masyarakat juga meminta pihak terkait menelusuri rantai distribusi beras SPHP apabila ditemukan adanya indikasi pelanggaran. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap program pangan pemerintah.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Perum Bulog Langgur maupun instansi terkait mengenai penyebab karung beras SPHP tersebut bertambal hekter. Aparat dan pihak berwenang diharapkan segera memberikan klarifikasi setelah dilakukan pemeriksaan sehingga tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.

SPONSOR
Lebih baru Lebih lama
SPONSOR