Penerimaan itu berlangsung di Aula Kantor Bupati Langgur dihadiri jajaran Pemerintah Daerah, dosen pembimbing lapangan, serta mahasiswa UGM dan Unpatti. Selama 50 hari ke depan, para mahasiswa akan mengabdi di sejumlah Ohoi (Desa) dengan membawa berbagai program pemberdayaan masyarakat lintas sektor.
Ketua Dosen Pembimbing Lapangan UGM, Prof. Dr. Ir. Leni Setia Kurniati, S.T., M.Eng., IPU, mengatakan KKN di Maluku Tenggara merupakan bagian dari program nasional UGM yang pada periode kedua tahun 2026 mengirim lebih dari 8.200 mahasiswa ke 35 provinsi di Indonesia.
"Kami membawa dua unit KKN yang terdiri atas 52 mahasiswa UGM dan berkolaborasi dengan 10 mahasiswa Universitas Pattimura. Seluruh mahasiswa telah menyiapkan program sejak beberapa bulan lalu dan siap berkontribusi bagi masyarakat Maluku Tenggara," ujarnya.
Menurut Prof. Leni, mahasiswa yang diterjunkan berasal dari berbagai disiplin ilmu, mulai dari sains, pertanian, perikanan, kesehatan, farmasi, hingga humaniora. Kolaborasi multidisiplin tersebut diharapkan mampu membantu menjawab berbagai kebutuhan masyarakat di lokasi pengabdian.
Ia menjelaskan bahwa KKN bukan sekadar menjalankan program kerja, tetapi juga menjadi wadah pembentukan karakter, kepemimpinan, kemampuan berkomunikasi, serta adaptasi mahasiswa di tengah masyarakat.
"UGM ingin melahirkan pemimpin nasional yang memahami keberagaman Indonesia. Karena itu kami terus berkomitmen mengirim mahasiswa hingga ke wilayah timur Indonesia," katanya.
Prof. Leni juga mengakui peristiwa duka yang terjadi pada pelaksanaan KKN tahun sebelumnya menjadi pelajaran penting bagi UGM untuk semakin memperkuat aspek keselamatan, kesehatan, dan mitigasi risiko selama mahasiswa berada di lapangan.
"Komitmen kami sederhana, berangkat bersama, pulang bersama, selamat dan penuh berkah," tegasnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Maluku Tenggara Muh. Zulkifli Rahman, S.H., M.H., yang membacakan sambutan Bupati Maluku Tenggara, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan UGM dan Unpatti menjadikan Bumi Larvul Ngabal sebagai lokasi pengabdian mahasiswa.
Ia mengingatkan seluruh peserta KKN agar menempatkan keselamatan sebagai prioritas utama, terutama mengingat kondisi cuaca dan perairan Maluku Tenggara yang masih dipengaruhi gelombang tinggi dan arus laut yang kuat.
"Keselamatan tidak bisa ditawar. Hindari aktivitas di laut atau kegiatan berisiko tinggi apabila kondisi cuaca tidak memungkinkan. Keselamatan jauh lebih penting daripada program apa pun," tegasnya.
Selain itu, pemerintah daerah meminta mahasiswa membangun komunikasi yang baik dengan pemerintah ohoi, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat agar seluruh program berjalan lancar serta memberi manfaat nyata.
Mahasiswa juga didorong aktif berbaur dengan masyarakat, mengenal adat istiadat, budaya lokal, serta menjadikan KKN sebagai ruang belajar bersama.
"Kami berharap ketika kembali ke kampus, mahasiswa tidak hanya membawa laporan kegiatan, tetapi juga membawa pengalaman hidup, kepekaan sosial, dan kecintaan terhadap Maluku Tenggara," ujar Wakil Bupati.
Sebagai penutup, Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara menyerahkan surat izin pelaksanaan KKN kepada pihak UGM, disusul penyerahan plakat dari universitas dan sesi foto bersama sebagai tanda dimulainya pengabdian mahasiswa di berbagai ohoi di Kabupaten Maluku Tenggara.


