Wabup Malra: Pelayanan Kesehatan Harus Berdampak Langsung bagi Masyarakat


LANGGUR, HARIANMALUKU.com – Wakil Bupati Maluku Tenggara, Charlos Viali Rahantoknam, menegaskan bahwa seluruh program kesehatan yang dijalankan Pemerintah Daerah harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat, bukan sekadar menghasilkan laporan administratif.

Penegasan tersebut disampaikan saat membuka Workshop Analisis Situasi dan Penyusunan Rencana Kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Maluku Tenggara Tahun 2027 di Ballroom Aurelia Kimson Hotel Langgur, Selasa (9/6/2026).

"Yang harus kita kejar adalah dampaknya bagi masyarakat. Kita semua adalah pelayan masyarakat, bukan berada di atas masyarakat," tegas Rahantoknam saat membacakan sambutan Bupati.

Menurutnya, sektor kesehatan merupakan salah satu prioritas utama pembangunan daerah yang tertuang dalam RPJMD Kabupaten Maluku Tenggara 2025–2029. Karena itu, seluruh perangkat kesehatan mulai dari Dinas Kesehatan, rumah sakit hingga puskesmas harus terus meningkatkan kualitas layanan.

Bagi Wabup berbagai kemajuan telah dicapai, namun sejumlah persoalan masih menjadi pekerjaan rumah, seperti peningkatan akses layanan kesehatan, penanganan stunting, penguatan sarana-prasarana kesehatan, hingga pengendalian penyakit menular dan tidak menular.

Dalam kesempatan itu, Rahantoknam juga mengapresiasi jajaran Dinas Kesehatan dan puskesmas yang dinilainya berhasil memperbaiki distribusi obat-obatan hingga ke wilayah desa.

"Saya turun langsung ke desa-desa. Dulu banyak laporan obat tidak tersedia. Sekarang masyarakat menyampaikan bahwa obat di puskesmas sudah tersedia dengan baik. Ini patut diapresiasi," ujarnya.

Ia meminta seluruh peserta workshop mengikuti kegiatan secara serius dan terbuka terhadap berbagai masukan dari tim pendamping yang ditugaskan Kementerian Kesehatan.

Menurutnya, perencanaan yang baik akan menentukan keberhasilan pembangunan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat Maluku Tenggara di masa depan.

SPONSOR
Lebih baru Lebih lama
SPONSOR