Aksi penanaman mangrove dan sukun itu dilakukan dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 sekaligus memperkuat perlindungan pesisir dari ancaman abrasi.
Kegiatan yang mengusung tema “Optimalkan Peran Binter TNI AD dalam Mitigasi Bencana Melalui Kegiatan Pembinaan Lingkungan Hidup di Wilayah Tahun 2026” tersebut diawali dengan apel gabungan yang dipimpin Pasiter Kodim 1503/Tual, Kapten Infanteri Aridjal Hatuala.
Usai apel, puluhan prajurit langsung bergerak ke lokasi untuk melaksanakan karya bakti membersihkan kawasan pantai dan menanam bibit pohon di sejumlah titik yang telah ditentukan. Semangat gotong royong tampak mewarnai kegiatan yang berlangsung di sepanjang kawasan pesisir Pantai Un.
Kapten Infanteri Aridjal Hatuala mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian TNI AD terhadap kelestarian lingkungan sekaligus upaya membangun kesadaran bersama dalam menjaga kawasan pesisir.
“Menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau lembaga tertentu, tetapi menjadi tanggung jawab bersama. Melalui kegiatan ini kami ingin mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan, terutama kawasan pesisir yang menjadi bagian penting kehidupan masyarakat Kota Tual,” ujarnya.
Mangrove dipilih karena memiliki peran penting sebagai benteng alami pantai yang mampu menahan abrasi, meredam gelombang pasang, serta menjaga keseimbangan ekosistem pesisir. Selain itu, tanaman mangrove juga dikenal efektif menyerap karbon sehingga membantu mengurangi dampak perubahan iklim.
Sementara itu, pohon sukun ditanam sebagai bagian dari upaya penghijauan yang memiliki manfaat ekologis dan ekonomi. Selain memperbaiki kualitas lingkungan, tanaman tersebut juga berpotensi menjadi sumber pangan alternatif bagi masyarakat.
Sebagai daerah kepulauan yang sebagian besar wilayahnya berbatasan langsung dengan laut, Kota Tual memiliki kerentanan terhadap abrasi, cuaca ekstrem, dan dampak perubahan iklim. Karena itu, rehabilitasi kawasan pesisir melalui penanaman mangrove dinilai menjadi langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan lingkungan.
Selama kurang lebih satu setengah jam, personel gabungan melaksanakan pembersihan pantai dan penanaman bibit pohon. Aksi hijau tersebut menjadi bukti nyata bahwa menjaga lingkungan tidak cukup hanya melalui imbauan, tetapi membutuhkan keterlibatan langsung dan tindakan konkret di lapangan.
Melalui kegiatan itu, TNI AD kembali menegaskan perannya tidak hanya sebagai garda terdepan pertahanan negara, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan dan memperkuat ketahanan wilayah menghadapi ancaman bencana di masa depan.


