Pernyataan tersebut disampaikannya saat menghadiri pelantikan Pengurus Tim Penggerak PKK Kecamatan Kei Besar Utara Barat Senin (8/6/2026). Dihadapan para pengurus yang baru dilantik, Nana mengingatkan bahwa PKK adalah organisasi pengabdian yang dijalankan dengan semangat sukarela.
"Di PKK ini tidak ada gaji. Kita semua adalah volunteer atau sukarelawan. Karena itu, ketulusan dalam mengabdi harus menjadi kekuatan utama dalam menjalankan tugas," ujarnya.
Menurut Nana, pelantikan pengurus bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi awal dari tanggung jawab besar untuk ikut mendorong pemberdayaan keluarga dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ia berharap pengurus baru segera menyusun program kerja yang inovatif dan sejalan dengan sepuluh program pokok PKK, serta mampu menghadirkan gerakan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Nana juga menekankan empat hal penting yang harus dijaga oleh seluruh pengurus, yakni memperkuat kelompok kerja (pokja), membangun sinergi dan kolaborasi dengan pemerintah maupun masyarakat, meningkatkan kapasitas pengurus, serta menjaga ketulusan dalam mengabdi.
Ditengah kebijakan efisiensi anggaran, ia meminta seluruh kader PKK untuk tidak kehilangan semangat dalam menjalankan tugas sosial kemasyarakatan.
"Efisiensi itu ada pada anggaran, tetapi semangat dan pengabdian tidak boleh ikut diefisiensikan," tegasnya.
Nana juga menyampaikan apresiasi kepada pengurus TP PKK Kecamatan Kei Besar Utara Barat periode sebelumnya atas dedikasi dan kontribusi yang telah diberikan bagi kemajuan organisasi.
Suasana pelantikan semakin hangat ketika ia menutup sambutannya dengan sebuah pantun yang disambut antusias para peserta.
"Burung merpati terbang ke awan, hinggap sebentar di pohon kelapa. Walau sekarang efisiensi anggaran, PKK Utara Barat tetap menyala."
Pantun tersebut diakhiri dengan yel-yel bersama "PKK... Jaya, Jaya, Jaya!", sebagai simbol bahwa semangat pengabdian kader PKK di Maluku Tenggara akan terus menyala demi masyarakat.


