Pesan tersebut disampaikan Hamdi saat membuka Sosialisasi Kampanye Keselamatan Pelayaran Tahun 2026 di Aula Grand Vilia Hotel Langgur Kecamatan Kei Kecil Kabupaten Maluku Tenggara, Rabu (17/6/2026).
Dalam sambutannya, Hamdi menegaskan bahwa keselamatan pelayaran merupakan kebutuhan mutlak yang tidak bisa ditawar. Budaya keselamatan, kata dia, harus menjadi pola pikir sekaligus kebiasaan seluruh pemilik kapal, nakhoda, awak kapal, hingga pengguna jasa transportasi laut.
"Keselamatan pelayaran bukanlah sebuah pilihan, melainkan kebutuhan mutlak dan harga mati yang tidak bisa ditawar," tegasnya.
Ia mengatakan bahwa laut merupakan urat nadi perekonomian sekaligus penghubung utama masyarakat di Kabupaten Maluku Tenggara dan Kota Tual. Namun, karakter laut yang dinamis menuntut setiap pelaku pelayaran untuk selalu mengutamakan aspek keselamatan.
Hamdi mengingatkan agar slogan "Safety First" tidak hanya menjadi tulisan di kapal maupun pelabuhan, tetapi benar-benar diwujudkan melalui tindakan nyata, seperti memeriksa alat keselamatan sebelum berlayar, memastikan kapal laik laut, serta tidak membawa penumpang maupun barang melebihi kapasitas.
Menurutnya, keselamatan pelayaran hanya dapat terwujud apabila seluruh pihak menjalankan tanggung jawabnya secara disiplin, mulai dari Pemerintah sebagai regulator, pemilik kapal, nakhoda, awak kapal, hingga masyarakat sebagai pengguna jasa.
Ia berharap sosialisasi tersebut mampu meningkatkan kesadaran bersama dalam membangun budaya keselamatan sehingga angka kecelakaan laut di wilayah Maluku Tenggara dan Kota Tual dapat terus ditekan.


