Pesan tersebut disampaikan Hanubun saat melepas Konvoi Damai FIFA World Cup 2026 yang dipusatkan di Taman Landmark Kota Langgur, Kamis (11/6/2026).
Menurut Hanubun, meskipun pertandingan Piala Dunia berlangsung di Amerika Serikat, gaung dan semangatnya turut dirasakan hingga Maluku Tenggara dan Kota Tual.
“Piala Dunia ada di Amerika, tetapi hari ini gaungnya juga ada di Maluku Tenggara dan Kota Tual,” kata Hanubun di hadapan ribuan peserta konvoi.
Ia menegaskan bahwa olahraga, khususnya sepak bola, harus menjadi sarana pemersatu masyarakat, bukan sebaliknya menjadi pemicu perpecahan akibat fanatisme berlebihan.
“Dukung tim dengan semangat, hormati lawan dengan sportivitas, dan jadikan sepak bola sebagai ajang pemersatu bagi Maluku Tenggara dan Kota Tual yang kita cintai,” ujarnya.
Dalam suasana santai dan penuh canda, Hanubun juga menyapa para pendukung berbagai negara peserta Piala Dunia, mulai dari Brasil, Argentina, Portugal, Jerman hingga Belanda. Candaan tersebut disambut gelak tawa dan sorak-sorai peserta konvoi.
Bupati turut mengapresiasi kolaborasi organisasi kepemudaan yang berhasil menghadirkan kegiatan lintas komunitas tersebut. Ia menilai konvoi damai menjadi bukti bahwa masyarakat Kepulauan Kei mampu merayakan perbedaan pilihan tim dalam suasana aman dan penuh persaudaraan.
Sebelum melepas peserta, Hanubun menyerahkan bendera Merah Putih secara simbolis kepada panitia sebagai tanda dimulainya konvoi damai. Ia berpesan agar seluruh peserta mengutamakan keselamatan, menjaga keamanan, dan menaati aturan lalu lintas selama kegiatan berlangsung.
“Yang paling penting adalah jaga keamanan dan ketertiban supaya Maluku Tenggara dan Kota Tual tetap jaya ke depan,” tegasnya.


