Belajar dari Tragedi, UGM Perketat Keselamatan Mahasiswa KKN


LANGGUR, HARIANMALUKU.com – Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) menyusul peristiwa duka yang terjadi pada tahun lalu di Kabupaten Maluku Tenggara. Dari evaluasi tersebut, UGM kini menerapkan sistem keselamatan yang lebih ketat untuk memastikan seluruh mahasiswa dapat menjalankan pengabdian kepada masyarakat dengan aman.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN-PPM UGM, Prof. Ir. Leni Sophia Heliani, S.T., M.Sc., D.Sc., IPU, menegaskan bahwa keselamatan mahasiswa kini menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan pelaksanaan KKN, mulai dari proses seleksi, pembekalan, hingga pelaksanaan di lapangan.

"Kejadian tahun lalu menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi kami. Itu merupakan kehilangan yang sangat besar, bukan hanya bagi keluarga besar UGM, tetapi juga bagi masyarakat Maluku Tenggara. Kami tentu tidak ingin peristiwa serupa kembali terjadi," ujar Prof. Leni saat diwawancarai usai penerimaan mahasiswa KKN-PPM UGM dan Universitas Pattimura (Unpatti) di Aula Kantor Bupati Maluku Tenggara, Selasa (23/6/2026).

Ia mengungkapkan, pascakejadian tersebut UGM langsung membentuk berbagai mekanisme baru dalam pelaksanaan KKN melalui penerapan sistem Keselamatan, Kesehatan, dan Lingkungan (K3L) atau Safety, Health and Environment (SHE).

Menurutnya, seluruh prosedur keselamatan kini disusun lebih komprehensif agar mahasiswa memahami setiap potensi risiko yang mungkin dihadapi selama menjalankan pengabdian di daerah.

Semua Mahasiswa Wajib Lulus Pembekalan Keselamatan

Prof. Leni yang juga tergabung dalam Task Force SHE KKN UGM menjelaskan, seluruh mahasiswa wajib mengikuti pembekalan keselamatan sebelum diberangkatkan ke lokasi KKN.

Materi yang diberikan tidak hanya berupa teori, tetapi juga praktik menghadapi berbagai kondisi darurat sesuai karakteristik wilayah penempatan.

"Kami sekarang memiliki standar operasional yang jauh lebih lengkap. Sebelum berangkat, mahasiswa harus memahami bagaimana menjaga keselamatan diri, menjaga kesehatan, mengenali potensi bahaya, hingga bagaimana bertindak apabila terjadi kondisi darurat," jelasnya.

Mahasiswa juga diwajibkan memahami penggunaan alat pelindung diri (APD), prosedur evakuasi, serta mitigasi risiko sesuai kondisi geografis lokasi KKN.

Kemampuan Berenang Masuk Daftar Pemeriksaan

Salah satu perubahan penting yang diterapkan UGM tahun ini adalah masuknya kemampuan berenang sebagai salah satu syarat dalam daftar pemeriksaan (checklist) keberangkatan mahasiswa.

Meski latihan dilakukan di kolam renang, pembekalan tersebut bertujuan memberikan kemampuan dasar penyelamatan diri di wilayah yang memiliki karakteristik kepulauan seperti Maluku Tenggara.

Selain itu, mahasiswa juga mendapatkan pelatihan mengenai keselamatan di perairan serta langkah-langkah penyelamatan apabila menghadapi situasi darurat.

"Kami ingin memastikan seluruh mahasiswa memiliki bekal dasar mengenai keselamatan di air karena sebagian lokasi KKN berada di wilayah kepulauan. Ini adalah bagian dari upaya mitigasi risiko," katanya.

Keselamatan Adalah Tanggung Jawab Bersama

Prof. Leni menegaskan bahwa menjaga keselamatan mahasiswa bukan hanya menjadi tanggung jawab kampus, tetapi membutuhkan dukungan seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, pemerintah ohoi, masyarakat, hingga mahasiswa sendiri.

Ia mengapresiasi perhatian Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara yang sejak awal menempatkan aspek keselamatan sebagai prioritas dalam pelaksanaan KKN.

Menurutnya, arahan Bupati Maluku Tenggara yang menekankan pentingnya keselamatan mahasiswa memberikan keyakinan bahwa seluruh pihak memiliki komitmen yang sama.

"Kami sangat bersyukur karena pemerintah daerah benar-benar memberikan perhatian terhadap keselamatan mahasiswa. Hal itu membuat kami semakin optimistis menjalankan program pengabdian di Maluku Tenggara," ujarnya.

Sebagai Profesor, Juga Seorang Ibu

Di balik tanggung jawab akademiknya, Prof. Leni mengaku memandang seluruh mahasiswa yang dibimbingnya layaknya anak sendiri.

Ia mengatakan, perasaan sebagai seorang ibu membuat dirinya memahami betul kekhawatiran para orang tua yang harus melepas putra-putri mereka menjalankan KKN jauh dari rumah.

"Dari 29 mahasiswa di Unit Kei Kecil Timur Selatan, sebanyak 14 adalah mahasiswa putri dan 15 mahasiswa putra. Sebagai seorang ibu, tentu ada rasa khawatir. Banyak orang tua yang menghubungi kami sebelum keberangkatan untuk memastikan anak-anak mereka berada dalam kondisi aman," ungkapnya.

Meski demikian, ia mengaku bangga karena para orang tua tetap memberikan kepercayaan kepada UGM untuk mendampingi mahasiswa belajar dan mengabdi kepada masyarakat.

"Orang tua mengikhlaskan anak-anak mereka datang ke Maluku Tenggara karena percaya bahwa pengalaman hidup di tengah masyarakat akan menjadi bekal yang sangat berharga bagi masa depan mereka," katanya.

Belajar, Mengabdi, dan Pulang dengan Selamat

Prof. Leni menegaskan bahwa tujuan utama KKN bukan sekadar menjalankan program kerja, tetapi juga membentuk karakter mahasiswa agar memiliki kepedulian sosial, kemampuan beradaptasi, dan jiwa kepemimpinan.

Namun, seluruh tujuan tersebut hanya dapat tercapai apabila keselamatan mahasiswa benar-benar terjaga.

Karena itu, UGM terus mengingatkan seluruh peserta KKN agar selalu mematuhi prosedur keselamatan, menjaga komunikasi dengan dosen pembimbing, pemerintah ohoi, serta masyarakat setempat.

"Keselamatan tidak boleh dianggap sebagai formalitas. Keselamatan adalah budaya yang harus menjadi bagian dari setiap aktivitas mahasiswa selama menjalankan KKN," tegasnya.

Menutup keterangannya, Prof. Leni menyampaikan harapan agar seluruh mahasiswa dapat menyelesaikan pengabdian selama 50 hari dengan baik, membawa manfaat bagi masyarakat, sekaligus kembali ke keluarga masing-masing dalam keadaan sehat dan selamat.

"Kami selalu memegang teguh satu prinsip dalam KKN UGM, yaitu berangkat bersama dengan selamat dan pulang bersama dengan selamat. Itulah komitmen kami kepada orang tua, kepada universitas, dan kepada masyarakat Maluku Tenggara. Keselamatan adalah prioritas utama dalam setiap langkah pengabdian kami," pungkasnya.

SPONSOR
Lebih baru Lebih lama
SPONSOR