Tradisi Obor Pattimura Tetap Berlangsung, Warga Saparua Ucap Terima Kasih ke Gubernur Maluku


HARIANMALUKU.COM, AMBON – Polemik perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Pattimura ke-209 yang sempat ramai diperbincangkan masyarakat akhirnya berakhir bahagia.

Perayaan HUT Pattimura ke-209 dipastikan tetap digelar seperti tahun-tahun sebelumnya, dengan agenda utama pembakaran api obor di Gunung Saniri, Kecamatan Saparua, Kabupaten Maluku Tengah.

Sebelumnya, informasi yang beredar menyebutkan perayaan Pattimura tahun ini hanya dilakukan secara syukuran, lantaran adanya efisiensi anggaran.

Namun kabar terbaru menyatakan rangkaian kegiatan tetap berjalan lengkap, mulai dari pembakaran api obor di Gunung Saniri, dilanjutkan cakalele keliling negeri sambil membawa api obor, hingga puncaknya upacara peringatan HUT Pattimura keesokan harinya.

Kabar tersebut disambut antusias masyarakat Saparua. Mereka mengaku bahagia karena tradisi sakral yang menjadi simbol perjuangan Pattimura tetap dipertahankan.

Masyarakat pun menyampaikan ucapan terima kasih kepada Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, yang dinilai telah mendengar aspirasi serta keluhan warga Saparua.

Salah satu ucapan terima kasih datang dari akun Facebook Leo Maelissa Saparua.

Dalam unggahannya, ia menegaskan bahwa api obor perjuangan Pattimura akan kembali dibuat di Gunung Saniri dan dibawa secara estafet melewati negeri-negeri seperti biasanya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk menjaga keamanan dan kedamaian selama kegiatan berlangsung.

“API OBOR PERJUANGAN PATTIMURA AKAN KEMBALI DIBUAT DI GUNUNG SANIRI DAN DIBAWA ESTAFET MELEWATI NEGERI-NEGERI SEPERTI BIASANYA. KATONG PUNYA PERJUANGAN SENG SIA-SIA. MAKA DARI ITU MARI KATONG SAMA-SAMA JAGA KEAMANAN DAN KEDAMAIAN ACARA INI,” tulisnya.

Leo juga mengingatkan agar masyarakat menghindari konsumsi minuman keras yang berlebihan serta membantu aparat keamanan demi kelancaran acara.

Tak hanya itu, ia turut menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Maluku dan Wakil Bupati Maluku Tengah yang dinilai cepat merespons aspirasi masyarakat.

Ucapan serupa juga disampaikan akun Facebook Maya Hehanussa.

“Dangke Bapa Gubernur Maluku. Dangke tamang-tamang samua yang sudah up katong video. Mari katong jaga keamanan sukseskan Hari Pattimura ke-209 tahun,” tulisnya.

Sementara itu, warga menilai keputusan mempertahankan tradisi obor Pattimura merupakan hasil dari dukungan masyarakat luas, setelah video dan informasi terkait polemik tersebut viral dan mendapat perhatian berbagai pihak.

Masyarakat berharap seluruh rangkaian kegiatan perayaan HUT Pattimura ke-209 yang dijadwalkan berlangsung pada 14-15 Mei dapat berjalan aman, tertib, dan penuh khidmat.

Dengan dipertahankannya pembakaran api obor di Gunung Saniri, masyarakat Saparua menilai tradisi perjuangan Pattimura tetap terjaga sebagai simbol harkat dan martabat orang Maluku.

SPONSOR
Lebih baru Lebih lama
SPONSOR