Pernyataan tersebut disampaikan Hanubun saat menghadiri peresmian sekaligus syukuran Taman Doa Semawi di Kabupaten Maluku Tenggara Jumat (29/5).
Menurutnya, taman doa merupakan ruang perjumpaan antara manusia dengan Tuhan, tempat umat datang membawa syukur, harapan, pergumulan, dan doa-doa mereka.
“Di tempat ini orang datang membawa syukur, harapan, pergumulan, dan doa-doa. Yang lelah menemukan ketenangan, yang lemah memperoleh kekuatan, dan yang putus asa menemukan harapan baru,” kata Hanubun.
Ia menilai keberadaan taman doa harus dimaksimalkan agar benar-benar memberikan manfaat bagi seluruh umat Katolik, tidak hanya bagi warga Semawi, tetapi juga masyarakat Maluku Tenggara secara luas.
Hanubun juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan taman doa tersebut. Ia berharap kawasan itu dapat menjadi destinasi rohani yang membawa dampak positif bagi kehidupan keagamaan masyarakat.
“Yang terpenting adalah bagaimana kita mengisinya dengan kegiatan-kegiatan iman sehingga taman doa ini benar-benar hidup dan bermanfaat bagi umat,” ujarnya.


