Kegiatan bertema “Peran Duta Baca Pelajar dalam Literasi di Era Kontemporer” itu dihadiri Wali Kota Tual, H. Ahmad Yani Renuat, S.Sos., M.Si., M.H., bersama Wakil Wali Kota Tual H. Amir Rumra, S.Pi., M.Si., Staf Khusus Wali Kota Bidang Pendidikan dan Kesejahteraan Sosial H. Saifuddin Nuhuyanan, S.Pd., M.Si., Kepala Dinas Sosial Kota Tual Mansur Latar, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Tual Moksen Renwarin, S.Sos., Kepala Cabang Dinas Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kota Tual Abraham Amran Rahawarin, S.Pd., M.Pd., Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tual M. Zein Nuhuyanan, Asisten III Setda Kota Tual Adnan Tamber, dewan juri, pegiat literasi, peserta, guru pendamping, dan tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Wali Kota Tual menegaskan bahwa kegiatan Duta Baca Pelajar Maryadat bukan sekadar seremoni penghargaan, tetapi menjadi bagian dari upaya membangun generasi muda yang cerdas, kritis, kreatif, dan berkarakter di tengah perkembangan teknologi informasi dan digitalisasi.
“Kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam membangun generasi muda yang cerdas, kritis, kreatif, dan memiliki karakter sosial yang kuat di tengah perkembangan era informasi dan digitalisasi saat ini,” ujar Wali Kota.
Ia mengatakan Pemerintah Kota Tual terus berkomitmen memperkuat budaya literasi melalui pengembangan perpustakaan, peningkatan akses bacaan, serta dukungan terhadap berbagai program pendidikan dan literasi di daerah.
Menurutnya, para Duta Baca diharapkan mampu menjadi pelopor perubahan dengan menghadirkan inovasi kreatif agar budaya membaca semakin menarik dan dekat dengan kehidupan generasi muda.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota juga mengajak peserta memahami empat pilar pendidikan UNESCO sebagai dasar penting dalam pembangunan sumber daya manusia, yaitu Learning to Know, Learning to Do, Learning to Live Together, dan Learning to Be.
Wali Kota menjelaskan bahwa Learning to Know berarti belajar untuk mengetahui dan memahami melalui kebiasaan membaca dan memperluas wawasan. Learning to Do berarti ilmu yang diperoleh harus mampu diterapkan dalam kehidupan nyata. Sementara Learning to Live Together menekankan pentingnya hidup harmonis dan memberi manfaat bagi masyarakat, sedangkan Learning to Be menitikberatkan pada pembentukan karakter, kepribadian, dan kemampuan sosial.
Selain itu, Wali Kota turut mengutip wahyu pertama dalam ajaran Islam, yakni “Iqra” yang berarti “bacalah”, sebagai penegasan bahwa membaca merupakan fondasi utama dalam membangun peradaban manusia.
“Membaca bukan hanya untuk memperoleh prestasi, tetapi menjadi bagian penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa serta membangun karakter generasi muda yang unggul dan berdaya saing,” katanya.
Pada kesempatan itu, Wali Kota juga menyampaikan pesan kepada Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Tual Ratnasari Tamher, M.Si., beserta seluruh jajaran agar terus memperkuat program literasi dan pembinaan generasi muda, terutama karena Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Tual Moksen Renwarin, S.Sos., akan memasuki masa purna bhakti.
Ia meminta agar berbagai capaian yang telah diraih dapat terus dilanjutkan dan ditingkatkan melalui inovasi yang mampu mendorong minat baca masyarakat, khususnya pelajar.
Wali Kota juga menyampaikan visi pengembangan literasi berbasis potensi maritim Kota Tual. Ia menegaskan bahwa inovasi layanan perpustakaan harus disesuaikan dengan karakter wilayah kepulauan.
Ia mengungkapkan gagasan pengembangan perpustakaan terapung sebagai terobosan untuk menjangkau masyarakat di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil.
“Kota Tual memiliki potensi besar di bidang maritim. Ke depan, kita ingin menghadirkan inovasi seperti perpustakaan terapung, sehingga masyarakat bisa tetap membaca di tengah aktivitas mereka, bahkan sambil melaut dan memancing,” ujar Wali Kota.
Ia menambahkan, inovasi tersebut diharapkan dapat dikaji dan dikembangkan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Tual sebagai bagian dari transformasi layanan literasi yang lebih inklusif.
“Perpustakaan tidak boleh hanya dipandang sebagai tempat menyimpan buku, tetapi harus menjadi pusat pembelajaran, pusat pengembangan kreativitas, dan ruang tumbuhnya generasi muda yang cerdas serta berkarakter,” tegasnya.
Selain itu, Pemerintah Kota Tual juga berkomitmen meningkatkan program penghargaan, pembinaan, dan pemberian beasiswa bagi pelajar berprestasi sebagai bentuk motivasi untuk mendorong semangat belajar dan kompetisi yang sehat.
Berdasarkan Surat Keputusan Panitia Nomor: 041/107/SK-PDBM/2026, para pemenang Pemilihan Duta Baca Pelajar Maryadat Kota Tual Tahun 2026 yaitu Diana Marlin Songjanan dari SMA Negeri 7 Tual sebagai Juara I dengan nilai 84,67, Muh Irfan Renhoat dari Sekolah Rakyat 74 Tual sebagai Juara II dengan nilai 71,92, dan Mutia Hafizah Salsadia Rada dari SMK Negeri 1 Tual sebagai Juara III dengan nilai 70,83.
Para pemenang menerima hadiah berupa piala, dana pembinaan, dan Sertifikat Penghargaan Wali Kota Tual. Juara I menerima dana pembinaan sebesar Rp2.000.000, Juara II sebesar Rp1.500.000, dan Juara III sebesar Rp1.000.000.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Tual tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan budaya literasi, minat baca, dan kapasitas generasi muda di Kota Tual.


