HARIANMALUKU.COM, AMBON — Semangat kebersamaan mewarnai peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Lapangan Merdeka, Kota Ambon, Jumat (1/4/2026). Ratusan buruh bersama Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) Maluku dan Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) hadir tidak hanya untuk merayakan, tetapi juga memperkuat solidaritas melalui aksi nyata.
Kegiatan tersebut diisi dengan jalan santai, senam bersama, pembagian doorprize, pembagian sembako, hingga penyerahan santunan BPJS Ketenagakerjaan kepada ahli waris. Nuansa humanis dan kepedulian sosial menjadi warna utama dalam peringatan May Day tahun ini.
Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa yang diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Maluku, Kasrul Selang, menyampaikan ucapan selamat Hari Buruh kepada seluruh pekerja, khususnya di Maluku.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Maluku, saya mengucapkan selamat memperingati Hari Buruh Internasional 2026. Buruh adalah pilar utama pembangunan ekonomi daerah,” ujarnya.
Kasrul juga mengapresiasi KSBSI Maluku yang memilih cara perayaan May Day secara damai dan penuh kepedulian sosial. Menurutnya, kegiatan semacam ini menjadi contoh bahwa peringatan Hari Buruh dapat diisi dengan semangat persatuan dan kebermanfaatan bagi masyarakat.
Kapolda Maluku Irjen Pol Dadang Hartanto turut memberikan apresiasi atas jalannya kegiatan yang berlangsung tertib dan penuh kebersamaan. Ia menilai perayaan May Day dengan konsep kolaboratif seperti ini berdampak positif bagi stabilitas daerah.
“Momentum ini menunjukkan bahwa kebersamaan bisa menjadi kekuatan dalam menjaga keamanan dan ketertiban,” katanya.
Ia menambahkan, keamanan dan ketertiban menjadi modal dasar dalam mendorong pembangunan daerah, termasuk menciptakan iklim investasi dan pertumbuhan ekonomi.
Sementara itu, Ketua KSBSI Provinsi Maluku, Yeheskel Haurissa, menegaskan bahwa pendekatan yang diambil organisasinya selama ini lebih mengedepankan dialog dan solusi ketimbang konfrontasi.
Ia menyebut, KSBSI konsisten mendorong diskusi serta forum ilmiah dalam merespons berbagai kebijakan ketenagakerjaan, termasuk polemik Undang-Undang Cipta Kerja.
“Ini bagian dari perjuangan panjang yang akhirnya membuahkan hasil,” ujarnya.
Ketua KSBSI Kota Ambon, Louis Souissa, menyebut May Day tahun ini menjadi momentum refleksi sekaligus rasa syukur. Ia menilai kebersamaan yang terbangun menjadi kekuatan penting dalam memperjuangkan kesejahteraan buruh.
“Kami ingin menghadirkan suasana yang damai dan penuh manfaat. Ini bukan sekadar perayaan, tapi juga bentuk kepedulian nyata kepada masyarakat,” katanya.
Peringatan May Day di Ambon tahun ini menjadi gambaran bahwa sinergi antara serikat buruh, organisasi masyarakat, pemerintah, serta aparat keamanan dapat menghadirkan harapan baru bagi masa depan ketenagakerjaan di Maluku.
Kolaborasi, kepedulian, dan aksi nyata dinilai menjadi fondasi penting dalam membangun kesejahteraan buruh secara berkelanjutan.


