Dari Luar Daerah, Plt Kadisdik Malra Tetap “Mengawal” USP SMP Hingga Sore Hari

Potret pelaksanaan Ujian Satuan Pendidikan (USP) jenjang SMP Tahun Pelajaran 2025–2026 melalui Zoom sejak pagi hingga sore. Foto/dok: istimewa.

LANGGUR, HARIANMALUKU.com — Disaat sebagian pejabat kerap sulit dihubungi ketika menjalankan tugas diluar daerah, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Maluku Tenggara (Plt Kadisdik Malra), Bin Raudha Arif Hanoeboen, justru menunjukkan pola berbeda.

Meski sedang berada diluar daerah, ia tetap aktif memantau pelaksanaan Ujian Satuan Pendidikan (USP) jenjang SMP Tahun Pelajaran 2025–2026 melalui Zoom sejak pagi hingga petang. Pemantauan dilakukan secara intens mulai pukul 06.30 WIT hingga 18.00 WIT Sabtu (9/5/2026).

Dinas Pendidikan Maluku Tenggara bahkan menyiapkan sistem monitoring virtual untuk memastikan seluruh sekolah melaksanakan ujian dengan tertib dan sesuai prosedur.

Disejumlah SMP di Kota Langgur dan sekitarnya, para guru tampak sibuk mempersiapkan ruang ujian, administrasi, hingga kesiapan siswa. Namun perhatian para tenaga pendidik justru tertuju pada keterlibatan langsung Plt Kadisdik yang tetap aktif mengawasi meski tidak berada di Maluku Tenggara.

“Ibu Kadis memang sedang diluar daerah, tetapi tetap memantau pelaksanaan ujian dari pagi sampai sore lewat Zoom,” ungkap salah satu pejabat Dinas Pendidikan yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Sejumlah unggahan guru di media sosial memperlihatkan sesi pemantauan virtual bersama Plt Kadisdik Malra. Kehadiran daring tersebut dinilai memberi semangat tersendiri bagi sekolah selama pelaksanaan ujian berlangsung.

“Kami merasa tetap dikawal. Anak-anak juga lebih serius karena merasa diperhatikan langsung oleh pimpinan dinas,” ujar salah satu kepala sekolah.

Langkah yang dilakukan Bin Raudha Arif Hanoeboen dinilai menjadi contoh bahwa kepemimpinan tidak harus selalu hadir secara fisik untuk tetap bekerja maksimal. Ditengah tuntutan peningkatan mutu pendidikan, pengawasan aktif seperti ini dianggap penting untuk membangun disiplin dan tanggung jawab di lingkungan sekolah.

Bagi sebagian Guru, pola kerja tersebut sekaligus menjadi “tamparan halus” terhadap budaya birokrasi lama yang sering menjadikan tugas luar daerah sebagai alasan untuk melepas pengawasan di lapangan.

Semangat keterlibatan aktif itu juga dianggap sejalan dengan momentum Hari Pendidikan Nasional, bahwa pendidikan tidak cukup dijalankan secara seremonial, tetapi membutuhkan pengawasan dan komunikasi yang nyata dari para pemangku kebijakan.

Publik kini berharap pola kerja seperti ini tidak berhenti pada momentum ujian semata, melainkan menjadi budaya baru dalam tata kelola pendidikan di Kabupaten Maluku Tenggara.

SPONSOR
Lebih baru Lebih lama
SPONSOR