Tokoh Kei Kecam Dugaan Ujaran Merendahkan, Minta Proses Hukum Ditegakkan

Tokoh Masyarakat Kei A. B. Rahakbauw (Obama). Foto/dok: istimewa.
SAUMLAKI, HARIANMALUKU.com — Pernyataan bernada merendahkan terhadap etnis Kei memicu kemarahan luas. Tokoh masyarakat Kei, A.B Rahakbauw (Obama), mengecam keras ucapan tersebut dan menilainya sebagai bentuk penghinaan terbuka yang tidak dapat ditoleransi.

Kontroversi ini mencuat usai percakapan dalam sebuah grup diskusi publik memanas, menyusul pelantikan pejabat eselon II di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Rabu (15/4/2026).

Dalam percakapan itu, seorang advokat bernama Andreas Mathias Go diduga melontarkan komentar yang dinilai menyerang identitas suku Kei.

Reaksi masyarakat pun meluas. Warga Kei, baik di Tanimbar maupun di berbagai daerah lain, menyatakan sikap tegas dan tidak akan tinggal diam terhadap pernyataan tersebut.

Obama menilai ucapan itu telah melampaui batas, mencederai harga diri, serta merusak semangat kebersamaan.

“Kami mengutuk keras pernyataan tersebut,” tegasnya.

Menurutnya, tidak ada ruang bagi ujaran yang merendahkan identitas etnis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Selain itu, Rahakbauw juga mengingatkan bahwa konsekuensi hukum dapat diberlakukan terhadap pihak yang terbukti melakukan penghinaan.

Selaku tokoh masyarakat Kei, Obama menegaskan bahwa jika peristiwa serupa kembali terjadi, maka tentu langkah hukum akan segera ditempuh tanpa kompromi.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa ruang publik, termasuk media sosial, harus digunakan secara bijak dan bertanggung jawab. Setiap pernyataan yang disampaikan memiliki dampak, terlebih jika menyangkut isu sensitif seperti identitas etnis.

SPONSOR
Lebih baru Lebih lama
SPONSOR