Seru! 15 Pelajar Tampil Kocak di Lomba Stand Up Comedy Bahasa Kei, 2 Sekolah Absen

Seru! 15 Pelajar Tampil Kocak di Lomba Stand Up Comedy Bahasa Kei, 2 Sekolah Absen. Foto/dok: istimewa.
LANGGUR, HARIANMALUKU.com — Suasana meriah dan penuh tawa mewarnai lomba Stand Up Comedy berbahasa Kei yang digelar Dinas Pendidikan Kabupaten Maluku Tenggara dalam menjelang peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026.

Sebanyak 17 peserta sempat mendaftar dalam ajang unik tersebut, namun hanya 15 pelajar dari berbagai sekolah perwakilan masing-masing Kecamatan yang tampil menghibur penonton. Dua sekolah lainnya, yakni SMP Budhi Mulia Langgur dan SMP Negeri 8 Kei Kecil, tercatat tidak hadir.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Maluku Tenggara, Bin Raudha Arif Hanoeboen, menyebut lomba ini bukan sekadar hiburan, tetapi memiliki misi besar menjaga eksistensi Bahasa Daerah.

“Stand up comedy ini kita kemas untuk menarik minat anak-anak agar kembali mencintai bahasa Kei yang mulai ditinggalkan,” ungkapnya Jumat (24/5/2026).

Menurutnya, fenomena menurunnya penggunaan bahasa daerah di kalangan generasi muda menjadi perhatian serius, terutama di wilayah perkotaan.

“Sekarang sudah susah menemukan anak-anak yang bisa berbicara bahasa Kei dengan lancar,” katanya.

Tak hanya itu, lomba ini juga mendorong peserta untuk menggali cerita rakyat, dongeng, hingga nilai-nilai budaya lokal yang kemudian disampaikan dengan gaya komedi.

“Ini bukan hanya lucu-lucuan. Mereka belajar, membaca, mendengar cerita orang tua, bahkan menggali kembali istilah-istilah lama yang hampir hilang,” jelasnya.

Adapun 15 sekolah yang tampil di antaranya SMP Negeri 14 Kei Kecil, SD Inpres Sathean, SMP Kristen Ohoira, SMP Pancasila Ohoidertutu, hingga SMP Negeri 4 dan 1 Kei Besar, serta sejumlah sekolah lainnya dari berbagai kecamatan.

Menariknya, beberapa peserta bahkan menggunakan dialek dan istilah khas dari wilayah Kei Besar yang sudah jarang digunakan.

Disdik Malra berharap kegiatan ini menjadi langkah awal untuk membangkitkan kembali kecintaan generasi muda terhadap bahasa dan budaya daerah.

“Kita mulai dari sini. Ke depan harus lebih besar dan lebih banyak peserta,” tegasnya.

Selain stand up comedy, lomba bertutur bahasa Kei juga akan digelar sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya lokal di kalangan pelajar.

SPONSOR
Lebih baru Lebih lama
SPONSOR