Pengamanan dilakukan guna memastikan umat Kristiani dapat menjalankan ibadah syukur atas kebangkitan Yesus Kristus dengan aman, tertib, nyaman, dan penuh kekhusyukan.
Sebanyak 32 titik gereja menjadi fokus pengamanan aparat kepolisian. Jumlah personel yang ditempatkan di setiap gereja disesuaikan dengan kondisi di lapangan, mulai dari jumlah jemaat hingga tingkat potensi kerawanan.
“Setiap gereja dijaga sekitar 4 hingga 8 personel, tergantung jumlah jemaat dan situasi kerawanan di lokasi,” tulis Bagian Humas Polres Tual dalam Press Release resminya.
Selain melakukan penjagaan di area gereja, personel Polres Tual juga diterjunkan untuk mengatur arus lalu lintas dan melaksanakan patroli keliling di sejumlah titik. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi kemacetan, gangguan kamtibmas, maupun potensi ancaman lain selama ibadah berlangsung.
Aparat kepolisian juga berkoordinasi dengan pengurus gereja serta unsur pengamanan internal gereja guna memastikan seluruh rangkaian ibadah berjalan aman dan khidmat.
Hingga seluruh rangkaian ibadah selesai, situasi di seluruh lokasi terpantau aman, lancar, dan kondusif. Tidak ditemukan adanya gangguan keamanan maupun insiden yang mengganggu jalannya perayaan Paskah.
Polres Tual menegaskan komitmennya untuk terus menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukumnya, terutama dalam momentum keagamaan yang melibatkan banyak jemaat.
Pengamanan ini juga menjadi bagian dari upaya Polres Tual dalam menghadirkan rasa aman bagi seluruh masyarakat, sehingga perayaan hari besar keagamaan dapat berlangsung damai dan penuh makna.
(Sumber: Humas Polres Tual)


