Latihan yang dikenal sebagai Latopslagab ini berlangsung dalam beberapa tahap. Pada tahap pertama, unsur KRI meluncurkan rudal anti-kapal Exocet MM40 Block 3 yang langsung menghantam sasaran. Tahap berikutnya, operasi udara lawan laut (OULL) digelar dengan melibatkan tiga jet F-16 yang menjatuhkan bom MK-12 secara presisi tinggi.
Tidak hanya itu, kekuatan laut TNI AL juga memperlihatkan kemampuan tempur darat melalui artillery duel oleh unsur Striking Force. Sistem penembakan modern dengan akurasi tinggi sukses menghancurkan target darat di Pulau Gundul.
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin bersama Panglima TNI Agus Subiyanto serta para Kepala Staf Angkatan menyampaikan apresiasi atas profesionalisme prajurit serta kesiapan alat utama sistem persenjataan (alutsista).
Latihan ini menjadi bukti nyata kekuatan tempur terintegrasi TNI yang menggabungkan operasi laut dan udara secara masif. Selain menguji kemampuan teknis, latihan ini juga menjadi pesan tegas kepada pihak luar bahwa Indonesia memiliki daya tangkal kuat terhadap segala bentuk ancaman terhadap kedaulatan negara.
“Ini bukan sekadar latihan, tetapi bentuk nyata kesiapsiagaan TNI dalam menghadapi dinamika perang modern,” tegas TNI-AL.


