WBP Lapas Tual Sulap Batu Karang Jadi Lahan Pangan, Harapan Tumbuh di Balik Jeruji

WBP Lapas Tual Sulap Batu Karang Jadi Lahan Pangan, Harapan Tumbuh di Balik Jeruji. Sumber: Kompasiana.com.
LANGGUR, HARIANMALUKU.com – Kerasnya batu karang di Bumi Larvul Ngabal, Kabupaten Maluku Tenggara, ternyata tidak mematahkan semangat Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Tual, Kantor Wilayah Ditjenpas Maluku, untuk tetap produktif.

Di bawah terik matahari pada Senin (16/3/2026), para warga binaan membuktikan bahwa keterbatasan lahan bukan alasan untuk berhenti berinovasi. Lewat program kemandirian ketahanan pangan, mereka berhasil mengolah lahan berbatu karang menjadi media tanam yang produktif.

Lapas Kelas IIB Tual yang berkedudukan di wilayah Kabupaten Maluku Tenggara itu dikenal didominasi batuan karang selama ini kerap dipandang kurang ideal untuk pertanian. Namun, melalui program Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), Lapas Tual justru mampu menghadirkan pendekatan berbeda dengan membekali warga binaan teknik bercocok tanam yang adaptif terhadap kondisi alam setempat.

Kepala Lapas Kelas IIB Tual, Nurchalis Nur, menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak semata-mata berorientasi pada hasil panen, tetapi juga menjadi bagian penting dari proses pembinaan mental dan perubahan karakter warga binaan.

“Batu karang ini adalah simbol tantangan hidup. Jika mereka bisa menanam sesuatu yang tumbuh dan bermanfaat di atas karang, maka mereka juga bisa menata kembali masa depan mereka yang mungkin sempat keras dan gersang,” ujar Nurchalis sebagaimana dikutip dari Kompasiana.com.

Menurutnya, program ini menjadi ruang belajar sekaligus pembuktian bahwa warga binaan tetap memiliki kesempatan untuk berkembang, berkarya, dan menyiapkan diri kembali ke tengah masyarakat.

Hasil dari program kemandirian tersebut tidak hanya dimanfaatkan untuk menambah asupan nutrisi bagi dapur Lapas, tetapi juga menjadi bukti nyata kepada masyarakat bahwa warga binaan memiliki keterampilan yang dapat menjadi bekal setelah bebas nanti.

Upaya ini sekaligus menegaskan bahwa pembinaan di dalam lapas bukan hanya soal menjalani masa hukuman, tetapi juga tentang membangun harapan baru, menanam disiplin, dan melatih kemandirian.

Semangat yang tumbuh di balik jeruji besi itu menjadi pesan kuat bahwa tidak ada kondisi yang terlalu keras untuk melahirkan kehidupan. Dari atas batu karang di Maluku Tenggara, Lapas Tual menunjukkan bahwa harapan bisa tetap tumbuh, bahkan dari tempat yang paling tidak disangka.

SPONSOR
Lebih baru Lebih lama
SPONSOR