Upacara yang berlangsung di apron pangkalan udara tersebut dipimpin langsung oleh Komandan Lanud, Letkol Pas Firasat Amansyah, M.Han., yang membacakan amanat Panglima Koops Udara Nasional (Koopsudnas).
Dalam amanatnya, Panglima Koopsudnas menegaskan bahwa dinamika global saat ini—terutama meningkatnya konflik di kawasan Timur Tengah—berpotensi memengaruhi stabilitas keamanan dunia, termasuk Indonesia.
“Situasi global dapat berubah dalam waktu singkat dan berdampak luas pada aspek politik, ekonomi, hingga keamanan nasional,” tegasnya.
Waspada Perang Drone hingga Siber
Tak hanya itu, Koopsudnas juga menyoroti ancaman perang modern yang kian berkembang, mulai dari perang drone, perang siber, hingga penggunaan kecerdasan buatan dalam konflik militer.
Seluruh jajaran TNI AU diminta meningkatkan kewaspadaan dan kesiapan operasional, termasuk memperkuat profesionalisme prajurit serta kemampuan menghadapi skenario terburuk seperti perang hibrida dan multi-domain operations.
“Sebagai prajurit, kita wajib siap menghadapi segala kemungkinan demi menjaga kedaulatan wilayah udara nasional,” lanjut amanat tersebut.
Zero Accident Bukan Sekadar Slogan
Selain isu global, perhatian serius juga diberikan pada keselamatan kerja dan terbang. Panglima menekankan bahwa prinsip zero accident harus menjadi budaya, bukan sekadar slogan.
Disiplin terhadap prosedur, kepatuhan aturan, serta budaya saling mengingatkan disebut sebagai kunci utama menjaga keselamatan dalam setiap tugas.
Ramadan Jadi Momentum Disiplin dan Integritas
Upacara kali ini juga berlangsung dalam suasana bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Panglima Koopsudnas mengajak seluruh prajurit dan PNS menjadikan Ramadan sebagai momentum memperkuat keimanan, disiplin, dan keikhlasan dalam bertugas.
Ucapan selamat juga disampaikan menjelang Hari Raya Idul Fitri, dengan penekanan agar personel tetap mengutamakan keselamatan selama perjalanan mudik.
Dukung Program Pemerintah dan Kemanusiaan
Koopsudnas juga menegaskan komitmennya dalam mendukung program strategis pemerintah, seperti ketahanan pangan, bantuan kemanusiaan, hingga dukungan transportasi udara ke wilayah terpencil.
“Kehadiran Koopsudnas harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Upacara yang dimulai pukul 07.45 WIT ini diikuti seluruh personel militer dan PNS Lanud, dengan susunan pasukan terdiri dari perwira, bintara, tamtama, serta pegawai negeri sipil.
Seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari pengibaran bendera Merah Putih hingga pembacaan doa, berlangsung khidmat dan tertib. Upacara berakhir pada pukul 08.45 WIT dalam keadaan aman dan lancar.


