Operasi Katarak Gratis di Malra Sasar 250 Warga

Ilustrasi operasi katarak gratis di Malra sasar 250 warga. 
LANGGUR, HARIANMALUKU.com — Kabar baik bagi warga Maluku Tenggara. Sebanyak 250 pasien ditargetkan mengikuti bakti sosial operasi katarak gratis yang akan digelar pada 15 hingga 17 April 2026 di RSUD Karel Sadsuitubun, Langgur.

Program kemanusiaan ini merupakan bagian dari kegiatan Kementerian Sosial Republik Indonesia melalui kolaborasi lintas sektor, sebagai upaya membantu masyarakat yang mengalami gangguan penglihatan akibat katarak agar kembali memperoleh kualitas hidup yang lebih baik.

Kegiatan ini dipusatkan di RSUD Karel Sadsuitubun Langgur, yang beralamat di Jalan Merdeka Raya Nomor 3, Kelurahan Ohoijang Watdek, Kecamatan Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara, Maluku.

Lokasi rumah sakit ini juga dinilai strategis karena dapat dijangkau sekitar 25 menit dari Bandara Karel Sadsuitubun Langgur dengan jarak kurang lebih 14,4 kilometer.

Disiapkan Matang, dari Ruang Pendaftaran hingga Pascaoperasi

Panitia pelaksana menyiapkan alur pelayanan pasien secara menyeluruh agar proses operasi berjalan tertib, aman, dan nyaman.

Sejumlah ruangan di RSUD Karel Sadsuitubun Langgur telah disiapkan untuk mendukung seluruh tahapan pelayanan pasien katarak.

Fasilitas yang disiapkan meliputi ruang pendaftaran, ruang cek GDS dan skrining biometrik, ruang tunggu operasi, ruang operasi, ruang pascaoperasi, hingga ruang edukasi dan pemberian bantuan ATENSI.

Dalam materi persiapan kegiatan, disebutkan bahwa ruang operasi yang tersedia berjumlah tiga kamar operasi, dan masing-masing dapat diisi dua tempat tidur untuk menunjang pelaksanaan tindakan medis.

Sementara itu, ruang tunggu operasi disebut memiliki kapasitas sekitar 10 hingga 15 pasien, sedangkan ruang pascaoperasi akan difungsikan sebagai tempat istirahat pasien usai menjalani tindakan operasi.

Alur Pasien Dimulai dari Skrining di Puskesmas

Pelaksanaan operasi katarak ini juga menerapkan tahapan pelayanan yang jelas. Calon pasien terlebih dahulu akan melalui skrining awal di Puskesmas.

Jika dari hasil pemeriksaan awal pasien terindikasi suspek katarak, maka akan didaftarkan oleh pendamping sosial atau Puskesmas sebagai calon pasien operasi.

Namun jika hasil pemeriksaan menunjukkan bukan katarak, maka pasien tidak akan dilanjutkan ke tahapan berikutnya dan dipulangkan.

Setelah terdaftar, calon pasien akan menjalani pemeriksaan lanjutan oleh dokter mata, termasuk cek GDS dan skrining biometrik.

Pasien yang lolos skrining akan masuk ke tahap tindakan operasi, dilanjutkan dengan pemberian obat dan edukasi perawatan.

Usai operasi, pasien akan menjalani pemeriksaan pascaoperasi oleh dokter, sebelum akhirnya dipulangkan.

Persiapan Sudah Dimulai Sejak Februari 2026

Kegiatan ini telah dipersiapkan jauh hari. Berdasarkan materi yang diterima redaksi, tahapan persiapan dimulai sejak 23 Februari 2026.

Bersamaan dengan itu, Kementerian Sosial melalui Direktorat Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia dan Sentra Meohai telah melaksanakan rapat bersama Wakil Bupati Maluku Tenggara, Kepala Dinas Sosial Maluku Tenggara, Kepala Dinas Kesehatan Maluku Tenggara, Direktur RSUD Karel Sadsuitubun, serta Direktur Puskesmas Elat di Kantor Bupati Maluku Tenggara.

Dalam rapat tersebut, pihak Kementerian menyampaikan rencana pelaksanaan bakti sosial operasi katarak sekaligus meminta dukungan penuh dari pemerintah daerah.

Persiapan kemudian dilanjutkan pada 24 Februari 2026, melalui rapat teknis bersama jajaran terkait untuk membahas mekanisme penjaringan pasien dan mobilisasi calon pasien ke fasilitas kesehatan terdekat guna menjalani skrining awal.

Pada hari yang sama, tim dari Kementerian bersama pihak daerah juga melakukan peninjauan langsung ruangan di RSUD Karel Sadsuitubun Langgur untuk memastikan kesiapan lokasi serta penataan alur pelayanan pasien.

Harapan Baru bagi Ratusan Warga

Program ini dipandang sebagai harapan baru bagi ratusan warga Maluku Tenggara yang mengalami gangguan penglihatan akibat katarak.

Selain membuka akses pelayanan kesehatan, kegiatan ini juga menjadi bentuk nyata kolaborasi pemerintah pusat dan daerah dalam menghadirkan layanan sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Dengan target 250 penerima manfaat, kegiatan ini diperkirakan akan menjadi salah satu program sosial-kesehatan terbesar di Maluku Tenggara pada April 2026.

Masyarakat yang merasa memiliki gejala katarak diimbau untuk segera memeriksakan diri ke puskesmas agar dapat mengikuti proses skrining sesuai alur yang telah ditetapkan.

SPONSOR
Lebih baru Lebih lama
SPONSOR