Konflik Ohoi Danar Murni Pidana, Bupati: Ini Menjelang Paskah, Jangan Mudah Terprovokasi!

Bupati Maluku Tenggara Muhamad Thaher Hanubun. Foto/dok: Diskominfo Malra.
LANGGUR, HARIANMALUKU.com – Bupati Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanubun, menegaskan bahwa konflik horizontal yang terjadi di Ohoi Danar murni kasus pidana. Olehnya itu, Hanubun meminta seluruh pihak khususnya masyarakat Ohoi Danar untuk menahan diri dan tidak mudah terprovokasi, apalagi menjelang perayaan Paskah umat Nasrani.

Pernyataan itu disampaikan Bupati usai mengikuti sidang Paripurna DPRD Kabupaten Maluku Tenggara dalam rangka Penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Kepala Daerah Tahun 2025, Selasa (31/3/2026).

“Yang pertama, kita percayakan sepenuhnya kepada aparat karena ini pidana murni. Kita berharap proses hukum berjalan tanpa campur tangan pihak lain,” kata Bupati.

Bupati menekankan pentingnya menahan diri, terutama karena umat Kristiani akan memasuki Tri Hari Suci, yakni Kamis Putih, Jumat Agung, dan hari Paskah.

Hanubun mengingatkan seluruh masyarakat untuk saling menghargai dan menghormati keyakinan agama masing-masing dalam menyambut hari-hari besar keagamaan.

“Ini momentum luar biasa bagi kita yang hidup berdampingan dengan berbagai agama. Jadi mari kita hormati,” ujarnya.

Selain itu, Bupati menegaskan bahwa konflik ini merupakan tindak kriminal yang dilakukan oleh individu, dan tidak boleh dialihkan menjadi isu lain.

Ia juga mengingatkan agar orang-orang dari luar daerah tidak datang ke Danar untuk memprovokasi situasi.

Bupati menyebut masih ada satu orang yang menjadi fokus pencarian pihak kepolisian.

Ia meminta masyarakat memberikan laporan terkait keberadaan orang tersebut, namun tetap menegaskan prinsip asas praduga tak bersalah.

“Kalau melawan, maka dipertanyakan kekuatan dan kebersamaan kita. Setiap peristiwa pasti ada korban, baik duka maupun harta, itu harus kita renungkan bersama,” kata Bupati.

Hanubun juga mengingatkan masyarakat, termasuk pengguna media sosial, agar tidak menyebarkan opini yang miring atau provokatif.

Menurutnya, pendapat yang disampaikan sebaiknya bersifat damai dan membangun persatuan bagi sesama.

“Pesan terakhir saya, mari kita menyatukan, bukan memecah belah masyarakat. Semua harus berpikir tenang dan bijak,” tutup Bupati.

SPONSOR
Lebih baru Lebih lama
SPONSOR