Langkah tegas tersebut diambil menyusul adanya indikasi konflik lanjutan yang dinilai berpotensi mengganggu ketertiban masyarakat. Dengan kehadiran aparat di tengah kampung, pengawasan dilakukan secara intensif sekaligus mempercepat penanganan jika terjadi gangguan kamtibmas.
Selain penjagaan, personel Polres Tual aktif turun ke masyarakat, membangun komunikasi langsung dengan tokoh adat, tokoh pemuda, dan elemen warga. Dialog dilakukan untuk meredam ketegangan, menutup ruang provokasi, serta mendeteksi potensi konflik sejak dini.
Polisi juga mengingatkan warga agar tidak terpengaruh isu liar dan informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, serta segera melapor apabila menemukan tanda-tanda yang mengarah pada konflik.
Hingga Selasa (3/2/2026), situasi di Desa Fiditan terpantau aman dan terkendali. Kepolisian mengimbau warga menghindari kerumunan tanpa tujuan jelas dan memilih jalan damai dalam menyelesaikan setiap perbedaan.


