Ekonomi Lesu, Inflasi 3,93 Persen, UMKM Malra Belum Jadi Penopang

Bupati Malra M. Thaher Hanubun saat diwawancarai wartawan usai mempromosikan produk lokal dan unggulan daerah di Jakarta. Foto/dok: beritasatu.com.
LANGGUR, HARIANMALUKU.com — Perekonomian Kabupaten Maluku Tenggara belum sepenuhnya pulih. Inflasi tercatat 3,93 persen, sementara koperasi aktif dan UMKM dinilai belum mampu menyerap tenaga kerja secara signifikan.

Bupati Maluku Tenggara Muhamad Thaher Hanubun mengakui pertumbuhan ekonomi ada, namun belum berdampak luas terhadap kesejahteraan masyarakat.

“Inflasi ada, pertumbuhan ada, tetapi belum menyerap banyak tenaga kerja. Ini harus dijawab,” tegasnya dalam evaluasi kinerja satu tahun pemerintahan, Kamis (12/2/2026).

Menurutnya, lemahnya hilirisasi komoditas lokal seperti rumput laut dan kelapa membuat nilai tambah ekonomi tidak maksimal. Padahal, Maluku Tenggara memiliki potensi besar di sektor perikanan, pertanian, dan UMKM berbasis hasil laut.

Bupati meminta Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta dinas teknis lainnya menertibkan program pemberdayaan UMKM agar tidak hanya seremonial, melainkan mampu menciptakan lapangan kerja nyata.

Ia juga mendorong percepatan kemitraan pemerintah dan swasta, termasuk skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU) untuk membuka peluang investasi baru.

Ekonomi, kata dia, tidak boleh hanya tumbuh di atas kertas, tetapi harus terasa di dapur masyarakat.

SPONSOR
Lebih baru Lebih lama
SPONSOR